Hair mask include emulsion (O/W) and nourish hair with vegetable oils. One of them, sunflower oil (Helianthus annuus) contains 48%-74% linoleic acid which improves hair cell structure. The research aims to determine the effect of variations in sunflower oil volume (10 and 15 mL), mixing temperature (55 and 70?), and mixing time (30 and 45 minutes) on formulations of F1, F2, F3, F4, F5, F6, F7, and F8. Then proximate test (water content, ash content, lipid content), pH, density, emulsion and spreadability. The test results according to SNI 16-4399-1996 and BPOM 2019 are F6, sunflower oil volume 15 mL, mixing temperature 55?, mixing time 45 minutes, pH 5, density 1.057g/mL, water content 0.1%, ash content 0.085%, lipid content 0.05%, spreadability 5×6cm, and stable emulsion. Keywords: Emulsification, Hair Mask, Sunflower Oil Abstrak Masker rambut termasuk emulsi (M/A) dan menutrisi rambut dengan minyak nabati. Salah satunya, minyak biji bunga matahari (Helianthus annuus) mengandung 48%-74% asam linoleat yang memperbaiki struktur sel rambut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi volume minyak biji bunga matahari (10 dan 15mL), suhu pencampuran (55 dan 70°C), dan waktu pencampuran (30 dan 45 menit) terhadap formulasi F1, F2, F3, F4, F5, F6, F7, dan F8. Kemudian pengujian proksimat (kadar air, kadar abu, kadar lipid), pH, densitas, emulsi, dan daya sebar. Hasil pengujian sesuai SNI 16-4399-1996 dan BPOM 2019 merupakan F6, volume minyak biji bunga matahari 15 mL, suhu pencampuran 55°C, waktu pencampuran 45 menit, pH 5, massa jenis 1,057g/mL, kadar air 0,1%, kadar abu 0,085%, kadar lipid 0,05%, daya sebar 5×6cm, dan emulsi stabil. Kata Kunci: Emulsifikasi, Masker Rambut, Sunflower Oil