This Author published in this journals
All Journal Al-Dhikra
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

DILEMA HUKUM DALAM KISAH PEMBUNUHAN GULĀM OLEH KHIDIRDALAM SURAH AL-KAHFI Kairul Anam
Al-Dhikra Vol. 3 No. 2 (2021): Al-Dhikra: Jurnal Studi Quran dan Hadis
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas PTIQ Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bahwa kisah Khidir dan Musa dalam Al-Qur’an memiliki substansi sebagai pedoman agama. Pembunuhan gulām oleh Khidir tidak digunakan oleh para mufasir ayat-ayat ah}ka>m sebagai dasar penerapan qis}a>s}. Kisah tersebut dimaknai sebagai gambaran Khidir sebagai subjek yang tidak melakukan kesalahan, sehingga ia disebut ma’ṣūm. Lalu bagaimana para komentator memaknai kisah pembunuhan gulām? Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan komparatif untuk membandingkan tafsir antara tafsir aḥkām dan tafsir adāb al-ijtimā’ī. Isi interpretasi akan dianalisis menggunakan pendekatan analisis isi. Kajian ini berkaitan dengan penelitian Khalafullah bahwa kisah-kisah dalam Al-Qur’an pada hakikatnya disusun dan diceritakan berdasarkan substansinya untuk memberikan pedoman norma-norma agama, moral, dan sosial. Di sisi lain, penelitian ini juga memiliki perbedaan dengan Sri Haryanto yangmenganggap bahwa Khidir memiliki ilmu laduni, sehingga segala perbuatannya dibenarkan oleh Musa. Sementara Fauziah dan Rizal hanya melihat kisah Khidir dan Musa sebagai kisah yang membawa nilai. pendidikan. Artikel ini berkesimpulan bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yangmengandung unsur kejahatan pembunuhan serta kisah Khidir dan Musa tidak dilihat sebagai dalil pembunuhan yang berimplikasi pada qis}a>s} oleh mufasir ayat-ayat ah}ka>m.