Nur Hidayah
Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fenomena Living Hadis serta Pengaruh Penereapan dalam Pembelajaran Anak Usia Dini Nur Hidayah
Jurnal Pelita Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Pelita Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pelita Negri Belantaraya, Kab. Indragiri Hilir, Prov. Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65226/jppm.v1i1.32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fenomena living hadis yang diterapkan sebagai model pembelajaran bagi anak usia dini. Fokus kajian ini adalah penggunaan fenomena living hadis sebagai metode pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang berkaitan dengan fenomena living hadis. Penelitian ini dilakukan secara langsung dengan mengumpulkan data di lapangan, melakukan inventarisasi dan eksplorasi persepsi masyarakat yang terlibat, serta melakukan wawancara dan pengamatan terhadap kegiatan tersebut. Selanjutnya, hasil penelitian ini disajikan secara kritis dalam laporan penelitian dengan menggunakan model penelitian kualitatif untuk pengumpulan data. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi. Model pembelajaran berbasis hadis yang diterapkan oleh Taman Kanak-Kanak ‘Asyiyah Bunda ‘Aisyah di Yogyakarta merupakan contoh dari fenomena living hadis. Selain itu, terdapat beberapa landasan hadis yang dijadikan sebagai pola pembelajaran dan prinsip dalam membangun karakter anak. Metode yang unik dan menarik, di mana menghafal, belajar, dan bermain dihubungkan dengan hadis, menjadi gaya dalam pembelajaran.
Kritik terhadap Hadis-hadis Misoginis dalam Pendekatan Trans Queer Nur Hidayah
El Nubuwwah Jurnal Studi Hadis Vol. 2 No. 1 (2024): El Nubuwwah Jurnal Studi Hadis
Publisher : Prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/elnubuwwah.v2i2.14579

Abstract

This study examines a critique of a misogynistic hadith that states a woman can invalidate a person's prayer. The approach adopted is trans-queer theory, which seeks to deconstruct gender-based discrimination within Islamic discourse. Misogynistic hadiths have often been used as a justification for systemic gender discrimination, reinforcing social and domestic inequalities. One particular hadith under scrutiny claims that a person’s prayer is disrupted if a woman, a donkey, or a dog passes in front of them. Such interpretations have historically contributed to the marginalization of women in religious and social contexts. This research employs a qualitative methodology with a library research approach, collecting data from classical Islamic texts, books, peer-reviewed journals, and other scholarly works. Through critical textual analysis, findings reveal that the hadith in question must be re-examined within its historical and socio-cultural context, preventing its misuse as a basis for gender discrimination in religious practice. The study affirms that women neither invalidate prayers nor hold an inferior status, as often misinterpreted. By incorporating trans-queer perspectives, this study challenges traditional patriarchal readings and advocates for a more inclusive and just understanding of hadith. Ultimately, this research contributes to the ongoing discourse on gender justice in Islam, fostering a more equitable and non-discriminatory social and religious environment.