Fatmawati, Shania
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN PERAWATAN LUKA ULKUS DIABETIKUM DENGAN PEMBERIAN POWDER IODOSORB TERHADAP GANGGUAN INTEGRITAS KULIT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS : A CASE REPORT Fatmawati, Shania
JURNAL KESEHATAN INDRA HUSADA Vol 12 No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDRAMAYU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36973/jkih.v12i2.603

Abstract

Pendahuluan: Perawatan luka yang tepat pada ulkus diabetikum dilakukan guna mencegah komplikasi yang dapat terjadi seperti prosedur amputasi. Dalam perawatan ulkus diabetikum terdapat berbagai macam terapi topikal yang digunakan, salah satunya powder iodosorb. Powder iodosorb memiliki kandungan iodine yang terbukti efektif dalam pengelolaan luka kronis dengan cara mengontrol bakteri tanpa mempengaruhi jaringan sehat. Deskripsi Kasus: Klien Ny.I (57 tahun) memiliki diagnosa ulkus diabetikum stage 3A, dengan keluhan utama adanya luka pada kaki bagian kiri. Sebelumnya klien telah memiliki riwayat penyakit diabetes ± 5 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif case report yang dilaksanakan sebanyak 3 kali pertemuan, instrumen yang digunakan dalam menilai luka ulkus diabetikum yaitu Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT) dengan 13 parameter penilaian. Pembahasan: Analisis penggunaan powder iodosorb menunjukkan penurunan skor BWAT menjadi 34 dan 23 pada pertemuan ketiga. Kondisi luka bagian plantar menunjukkan penurunan jumlah slough menjadi 10%, peningkatan jaringan epitelisasi menjadi 30%, dan jaringan granulasi 60%. Pada bagian tibia tampak perubahan ukuran luas luka dimana pada pertemuan ketiga luas luka menjadi 24 cm², serta tampak adanya penambahan jaringan epitelisasi di area tepi luka menjadi 25%. Kesimpulan: Penggunaan powder iodosorb terbukti efektif dalam membantu proses penyembuhan luka dengan mengurangi ukuran luka, serta meningkatkan jaringan granulasi.