ABSTRACT The use of Information and Communication Technology in learning allows teachers to develop more creative and interesting teaching methods, such as the use of social media, audio, and video to improve the quality of learning. However, at MTs Negeri 2 Banyumas, there are still obstacles in the mastery of ICT by teachers, so that the learning process is not optimal. The purpose of this study is to prove that technical guidance can improve teachers' ability to master information technology to build a quality learning process. This study was conducted with a school action research procedure. The subjects of this study were all teachers of MTs Negeri 2 Banyumas. This study was conducted with two cycles, each cycle consisting of the following stages: (1) Action planning, (2) Implementation of action, (3) Observation, (4) Reflection. In cycle I in the form of group technical guidance and in cycle II in the form of individual technical guidance. The results of the study showed that there was an increase in the mastery of information technology in the initial condition there were still 7 teachers in the less category, in cycle I it became 4 people, and in cycle II there were none. In building a quality learning process there was also an increase. In the initial condition there were 7 people in the less and sufficient category, then there were 3 people in the sufficient category in cycle I, and in cycle II it was all good and very good. The overall increase was significant and the problems of MTs Negeri 2 Banyumas teachers could be overcome through technical guidance both in groups and individually. ABSTRAK Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran memungkinkan guru mengembangkan metode pengajaran yang lebih kreatif dan menarik, seperti penggunaan media sosial, audio, dan video untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Namun, di MTs Negeri 2 Banyumas, masih terdapat kendala dalam penguasaan TIK oleh guru, sehingga proses pembelajaran belum optimal. Tujuan penelitian ini untuk membuktikan bahwa bimbingan teknis dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menguasai teknologi informatika untuk membangun proses pembelajaran berkualitas. Penelitian ini dilaksanakan dengan prosedur penelitian tindakan sekolah. Subyek penelitian ini adalah semua guru MTs Negeri 2 Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus setiap siklus terdiri dari tahap: (1) Perencanaan tindakan, (2) Pelaksanaan tindakan, (3) Observasi atau pengamatan, (4) Refleksi. Pada siklus I berupa bimbingan teknis kelompok dan pada siklus II berupa bimbingan teknis individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada penguasaan teknologi informatika pada kondisi awal masih ada 7 orang guru yang dalam kategori kurang, pada siklus I menjadi 4 orang, dan siklus II sudah tidak ada. Dalam membangun proses pembelajaran berkualitas juga mengalami peningkatan. Kondisi awal ada 7 orang dalam kategori kurang dan cukup, lalu menjadi 3 orang dalam kategori cukup pada siklus I, dan pada siklus II sudah baik dan baik sekali semua. Peningkatan secara keseluruhan terjadi secara signifikan dan permasalahan guru MTs Negeri 2 Banyumas dapat diatasi melalui bimbingan teknis baik kelompok maupun individu.