Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Penyuluhan Hukum Tentang Perlindungan Konsumen Era Digital Di Kalangan Masyarakat Kelurahan Bakunase Dua Magdalen Rohi Riwu, Agustin Leni; Haning, Semuael; Hege, Marselinda; Dillak, Marthen
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v8i2.4318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan hukum tentang perlindungan konsumen di era digital bagi masyarakat Kelurahan Bakunase Dua. Mengingat pesatnya perkembangan teknologi dan banyaknya transaksi digital yang terjadi, banyak konsumen yang belum memahami hak-hak mereka serta risiko yang ada dalam transaksi tersebut. Kegiatan pengabdian ini melibatkan penyuluhan hukum yang menyasar pelaku transaksi digital di kalangan masyarakat setempat. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan, untuk mengukur perubahan pemahaman peserta mengenai hak-hak konsumen dan cara melindungi diri dalam transaksi digital. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta tentang hak-hak mereka sebagai konsumen, serta prosedur yang dapat ditempuh untuk melindungi diri dari risiko penipuan dan kerugian digital. Sebelum penyuluhan, hanya sebagian kecil peserta yang memahami perlindungan konsumen digital, namun setelah kegiatan penyuluhan, hampir 90% peserta menyatakan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang cara-cara melindungi diri mereka di dunia digital. Dengan demikian, tujuan pengabdian ini tercapai dengan baik, memberikan dampak positif terhadap kesadaran hukum masyarakat tentang perlindungan konsumen di era digital. Sebagai rekomendasi, kegiatan serupa perlu dikembangkan lebih lanjut dengan memperkenalkan pelatihan praktis dan media digital untuk mencapai lebih banyak masyarakat, mengingat perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Pemberdayaan Pedagang Pasar Tradisional: Membangun Kesadaran Hukum untuk Keber-lanjutan Usaha Haning, Semuel; Magdalen Rohi Riwu, Agustin Leni; Dillak, Marthen; Lestrari Dewi, Ni Putu Juliani
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 2 (2023): Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v7i2.4334

Abstract

This community service aims to increase the legal awareness of traditional market traders, so that they can run their businesses legally and sustainably. Many traditional market traders do not understand their legal rights, such as business permits, tax obligations, and protection of their business premises. For this reason, this activity was carried out through counseling, training, and legal assistance. A total of 50 traditional market traders in [market name] participated in this activity. The results of the community service showed a significant increase in understanding among traders. Before the training, only 28% of traders understood the importance of business permits, while after the training, 85% of traders knew the correct licensing procedures. In addition, most participants also better understood their tax obligations and legal rights related to their businesses. Thus, this activity succeeded in increasing the legal awareness of traditional market traders which can help them manage their businesses better and reduce the risk of legal problems in the future. This community service also suggests the need to extend similar activities to other markets, as well as further cooperation between the government and educational institutions to strengthen the legal empowerment of traditional market traders.
Penyuluhan Hukum Tentang Perlindungan Konsumen Di Era Digital Di Kalangan Masyarakat Kelurahan Bakunase Dua Riwu, Agustin Leni Magdalen Rohi; Haning, Samuel; Hege, Marselinda; Dillak, Marthen
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 1 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i1.4268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan hukum tentang perlindungan konsumen di era digital bagi masyarakat Kelurahan Bakunase Dua. Mengingat pesatnya perkembangan teknologi dan banyaknya transaksi digital yang terjadi, banyak konsumen yang belum memahami hak-hak mereka serta risiko yang ada dalam transaksi tersebut. Kegiatan pengabdian ini melibatkan penyuluhan hukum yang menyasar pelaku transaksi digital di kalangan masyarakat setempat. Pengumpulan data dilakukan melalui kuisioner yang diberikan sebelum dan sesudah kegiatan penyuluhan, untuk mengukur perubahan pemahaman peserta mengenai hak-hak konsumen dan cara melindungi diri dalam transaksi digital. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta tentang hak-hak mereka sebagai konsumen, serta prosedur yang dapat ditempuh untuk melindungi diri dari risiko penipuan dan kerugian digital. Sebelum penyuluhan, hanya sebagian kecil peserta yang memahami perlindungan konsumen digital, namun setelah kegiatan penyuluhan, hampir 90% peserta menyatakan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang cara-cara melindungi diri mereka di dunia digital. Dengan demikian, tujuan pengabdian ini tercapai dengan baik, memberikan dampak positif terhadap kesadaran hukum masyarakat tentang perlindungan konsumen di era digital. Sebagai rekomendasi, kegiatan serupa perlu dikembangkan lebih lanjut dengan memperkenalkan pelatihan praktis dan media digital untuk mencapai lebih banyak masyarakat, mengingat perkembangan teknologi yang semakin pesat
Peran Mataf (Penjaga Mamar) Manufua di Desa Sillu Kecamatan Fatuleu Albert Malafu; Marthen Dillak; Agustin L. M. Rohi Riwu
Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora Vol. 2 No. 5 (2025): September : Aliansi: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Sosial Humaniora
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/aliansi.v2i5.1223

Abstract

The role of Mataf (Mamar Guardians) Manufua in Sillu Village, Fatuleu District is a problem that impacts various aspects including customs and governance, legal certainty, and social stability of the local community, as well as mamar ownership. In this context, the role of mataf is very important to ensure comfort for mamar owners. This study was conducted based on the consideration that the role of mataf in Sillu Village has almost disappeared, causing misuse in utilizing natural resources from mamar that are not by their owners. In addition, this study was conducted to build the potential of human resources in Sillu Village in understanding the importance of the role of mataf in maintaining mamar. Based on the description above, the role of mataf in maintaining mamar needs to be studied using empirical legal research. The main problem in this study is how the role of mataf guards mamar Manufua in Sillu Village, Fatuleu District. Data collection techniques used were observation, interviews and literature studies. The results of the study indicate that the role of mataf in maintaining mamar in Sillu Village, Fatuleu District is quite good with the presence of guarding from mataf. Mataf are able to provide information on various events occurring within the mamar area, from harvesting mamar crops, irrigation of mamar fields, security, and collecting scattered mamar crops in one location so that mamar owners can easily identify them when collecting their Manufua mamar crops. The results of this study indicate a positive role or positive outcomes of the mataf's role in safeguarding mamar. Therefore, it is recommended that students, especially university students, or scientists, further study the potential role of mataf in a broader context.  
Edukasi Hukum untuk Petani Lahan Kering di Desa Tuapukan: Menghindari Kriminalisasi dan Sengketa Tanah Riwu, Agustin L. M. Rohi; Marthen Dillak; Putu J. A. Lestari
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 3 (2025): Juli-September 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i3.12417

Abstract

This community service activity was motivated by the high vulnerability of dryland farmers in Tuapukan Village to legal issues, particularly regarding land ownership status and the potential for criminalization. Many farmers still cultivate land without a strong legal basis, such as a certificate or official proof of ownership, which places them in a weak legal position. The objective of this activity was to provide direct legal education to farmers so they understand land rights, land legalization procedures, and efforts to resolve disputes and prevent criminalization. The activity was carried out on July 25, 2025, using counseling methods, group discussions, case simulations, and the distribution of simple agrarian law pocketbooks. The results of the activity indicated an increase in farmers' understanding of land law aspects, as well as a growing collective awareness of the importance of land legality and legal protection. The village government and farmer groups also demonstrated a commitment to follow up on this activity through land data collection and ongoing legal assistance. This activity demonstrates that a community-based educational approach can be an effective strategy in preventing agrarian conflicts and empowering farmers legally.