Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Pemikiran Sufistik dalam Tafsir Sufi Karya Sahl Al-Tustari Wachyu Ambarwati, Wachyu Ambarwati; Yusrina Salma; Moh. Yardho
AL-KAINAH: Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2024): Al-Kainah: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institute for Research and Community Services (P3M), The Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Huda in Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69698/jis.v3i2.764

Abstract

Penafsiran terhadap Al-Qur’an terus mengalami perkembangan baik dari segi metode,pendekatan dan corak dalam menafsirkan. Salah satu yang berkembang adalah penafsiran Al-Qur’an dengan menggunakna pendekatan sufistik yang pertama kali dilakukan oleh al-Tustari. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan biografi al-Tustari, potret kitab tafsir Al-Qur’an Al-‘adhim karyanya, metode penafsiran dan contoh penafsirannya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (Library Research), yaitu informasi ataupun data-data yang didapat dari literatur-literatur yang relevan seperti: jurnal, artikel, buku, platform dan lain sebagainya. Data yang didapat dari literatur-literatur tersebut dianalisis dan kemudian dijadikan ke dalam bentuk deskriptif dengan menguraikan Biografi Sahl al-Tustari, potret kitab tafsir al-Tustari, metodologi penafsiran dan contoh penafsiran. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Sahl bin Abdullah Al-Tustari yang merupakan seorang ulama terkemuka pada abad ke-3 Hijriyah. Sahl al-Tustari dikenal dalam bidang tasawuf dan tafsir Al-Qur’an. Sahl bin Abdullah ini dalam mengembangkan pemahaman yang mendalam mengenai kedekatannya kepada Allah, yang menjadi dasar dari ajaran tasawuf. Salah satu karya tafsir dari Sahl al-Tustari ini ialah tafsir Al-Qur’an Al-Azhim atau yang dikenal dengan tafsir Al-Tustari. Akan tetapi Tafsir ini bukan ditulis langsung oleh Sahl al-Tustari, melainkan disusun oleh murid-muridnya berdasarkan penjelasan yang telah diberikan oleh Sahl al-Tustari. Adapun  dalam kitab tafsir Al-Tustari ini menonjol karena pendekatan sufistiknya, serta dalam metode penafsirannya menggunakan pendekatan harfiah dan simbolik. Yang bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai moral yang terkandung dalam Al-Qur’an. Namun, dalam penafsiran Sahl al-Tustari ini tidak menafsirkan keseluruhan dari ayat-ayat Al-Qur’an, melainkan hanya beberapa pilihan ayat-ayat yang relevan dengan tasawuf. Serta dalam penafsiran kitab ini, ia menggunakan tartib mushafi bukan tartib nuzuli, yaitu yang penafsirannya berurutan dari surah Al-Fatihah hingga surah An-Nas. Pendekatan harfiah merujuk ke makna tekstual ayat-ayat  Al-Qur’an, sedangkan pendekatan simbolik merujuk ke makna-makna tersembunyi dalam Al-Qur’an. Adapun karya-karya dari Sahl al-Tustari ini tidak hanya kitab tafsir saja, akan tetapi terdapat karya-karya yang lainnya. Namun kitab tafsir Sahl-Al-Tustari ini merupakan salah satu kitab tafsir tertua yang merujuk ke sufistik