Intan Mayzura, Vony
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PENGENDALIAN MUTU PRODUK RED SNAPPER FILLET DENGAN MENGGUNAKAN SEVEN TOOLS Intan Mayzura, Vony; Mubarok, A. S. F. Q. R.; A. W., B. Kusuma; Perdana, Perdana
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 14 No 1 (2024): Inovatif Vol. 14 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v14i1.7864

Abstract

Red snapper fillet natural merupakan salah satu produk fillet yang terbuat dari ikan kakap merah dengan bentuk daging fillet skin on, tanpa sisik dan tanpa duri. Selama proses produksi, ditemukan dua kecacatan pada produk tersebut yakni daging hancur dan ukuran undersize. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jenis kecacatan yang paling sering terjadi, batas kendali terhadap kecacatan yang ada, dan menentukan penyebab kecacatan sehingga dapat ditemukan solusi untuk perbaikan selanjutnya. Metode yang digunakan yakni deskripstif kuantitatif dengan menggunakan pendekatan seven tools quality control, diantaranya flowchart, checksheet, pareto diagram, histogram, scatter diagram, control chart dengan jenis atribut p-chart, dan fishbone diagram. Berdasarkan hasil penelitian, total kecacatan memiliki persentase sebesar 0,18% dengan kecacatan yang paling sering terjadi yakni daging hancur sebanyak 4,79 kg dengan persentase 62,86%. Kemudian, kecacatan berupa undersize berjumlah 2,83 kg dengan persentase 37,14%. Hasil dari scatter diagram menunjukkan korelasi yang sangat lemah dengan nilai r= 0,0223. Pada grafik control chart diperoleh hasil nilai CL= 0,005; UCL= 0,072; dan LCL= 0,000. Kecacatan tersebut dapat dikatakan normal dan wajar karena tidak melewati batas kendali atas maupun batas kendali bawah pada grafik control chart. Penyebab kecacatan tersebut terdiri dari empat aspek, yakni material, methode, man dan machine. Pengendalian mutu produk fillet sudah dilakukan dengan baik, namun tindakan perbaikan perlu dilakukan agar ekspor produk tersebut dapat dilakukan secara maksimal.