Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS BEBAN KERJA OPERATOR DI AREA SOFT PACK: STUDI KASUS DI PT. TISSUE KARAWANG MENGGUNAKAN METODE TIME MOTION STUDY Setyanto, M. Ulfi Akhsan; Herwanto, Dene; Wahyudin, Wahyudin; Abdul Malik Ij, Falih; Wicaksono, Rizky Adib
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 15 No 1 (2025): Inovatif Vol. 15 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v15i1.11789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja tenaga kerja langsung pada area Soft Pack Machine 3 yang memproduksi Hello Half Size Tissue di PT Tissue Karawang pada tiga waktu pengamatan (pagi, siang, dan sore). Penentuan beban kerja didasari dengan perhitungan waktu baku dari setiap elemen kerja dan allowance (kelonggaran) yang diterima oleh tenaga kerja. Metode yang digunakan dalam perhitungan waktu baku tenaga kerja menggunakan metode Time and Motion Study (TMS) pada 3 waktu pengamatan yang dilakukan kepada 4 tenaga kerja langsung, yaitu: Interfold, Packer 1, Packer 2, dan Helper berdasarkan elemen kerjanya masing-masing. Berdasarkan perhitungan beban kerja yang telah dilakukan, rata-rata beban kerja pada 1 hari kerja yang diterima oleh tenaga kerja langsung sebagai berikut: Interfold menerima beban kerja sebesar 81,63%, Packer 1 & 2 menerima beban kerja sebesar 80.65%, dan Helper menerima beban kerja sebesar 81.97%. Hasil yang didapat dari tiap waktu pengamatan pada setiap tenaga kerja langsung pada area Soft Pack Machine 3 memang berbeda. Namun, rata-rata yang didapat menunjukan bahwa beban kerja yang diterima tenaga kerja langsung tergolong dalam kategori baik dan tidak beresiko buruk pada setiap pekerja. Penelitian dalam menentukan beban kerja tenaga kerja langsung pada area Soft Pack Machine 3 ini dilakukan dengan menggunakan metode Time and Motion Study (TMS) sebagai dasar perhitungan waktu baku nya. Selain menggunakan waktu baku, juga ditambahkan faktor allowance yang diterima oleh setiap tenaga kerja. Hasil penentuan beban kerja yang didapat oleh tenaga kerja area Soft Pack Machine 3 dikatakan aman saat melakukan pekerjaannya
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Cacat Menggunakan Metode Lean Six Sigma dengan Konsep DMAIC di PT. PQR Wicaksono, Rizky Adib; Momon S, Ade; Wahyudin, Wahyudin; Malik Ij, Falih Abdul; Setyanto, M. Ulfi Akhsan
Industrika : Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 10 No. 1 (2026): Industrika: Jurnal Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/s4abxz34

Abstract

A high defect rate is a critical issue in the manufacturing industry as it affects efficiency and product quality. PT. PQR still experiences defects in the production of Part Member Sub Assy FR Under RH. This study aims to analyze defect levels, identify dominant defects, and propose improvements using the Lean Six Sigma approach with the DMAIC method. A descriptive quantitative method was employed using secondary production and defect data from June to October 2023. The results show that the dominant defects are Part Gap (79%) and Welding CO Blow Hole (21%). The highest DPMO value is 27,617.6, with the lowest sigma level of 3.417 occurring in July, indicating that the process capability is not yet optimal. The defects are mainly caused by human, material, machine, and environmental factors. It is concluded that Lean Six Sigma with the DMAIC method is effective as a systematic framework to improve quality and reduce defect rates. Keywords: DMAIC, Manufacturing Industry, Lean Six Sigma, Quality Control, Defective Product.