Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Banana Stem Fiber Potential as an Alternative Natural Geosynthetic Material for Soil Reinforcement and Protection Bartholomeus, Bartholomeus; Purba, Luki Hariando; S P Manurung, Charles; Sihombing, Wanto Poller
Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1 (2025): Rekayasa Sipil Vol. 19 No. 1
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2025.019.01.5

Abstract

Geosynthetics for soil reinforcement and protection require tensile strength and the ability to absorb water. Based on previous studies, it was found that banana stem fibers have both of these mechanical properties of geosynthetics. However, these two strong mechanical properties are not enough for geosynthetic applications. Several other mechanical properties are needed. Therefore, geosynthetic samples were made using spun and woven banana stem fiber materials in this study. The spun was made with different diameters, namely 5 mm, 7.5 mm, and 10 mm, and woven like a mat for one direction of tensile force. Then, additional tests were carried out in addition to tensile strength and water absorption, such as tear strength, puncture strength, and permeability based on permittivity. From the test results, only the woven fabric with a 5 mm spun diameter meets all requirements except for its permittivity value, where the average tensile strength, average tear strength, and average puncture strength obtained for elongation <50% are 32.0 kN/m, 628.7 N, and 1915.8 N, respectively. At the same time, the average water absorption for all diameter variations is 408.07% to 441.86%. So banana stem fibers, especially those with a 5 mm spun diameter, have the potential as an alternative natural geosynthetic material for soil reinforcement and protection by considering the spun fiber woven pattern to improve the permittivity.
PENANGANAN JALAN BERLUBANG DI DESA SILALAHI I, DAIRI: ANALISIS PENYEBAB, DAMPAK SOSIAL-EKONOMI, DAN REKOMENDASI PERBAIKAN BERKELANJUTAN Sihombing, Wanto Poller; Bukit, Revaldo; Tarigan, Jeremy; Manalu, Indra; Sianturi, Jekly; Silalahi, Parsaoran
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Indonesia (JUPEMI) Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Merwinspy Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69820/jupemi.v3i3.486

Abstract

Infrastruktur jalan memegang peranan penting dalam mendukung pembangunan pedesaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Desa Silalahi I, yang terletak di Kabupaten Dairi dekat Danau Toba, memiliki potensi ekonomi di bidang pertanian, perikanan, dan pariwisata. Namun, adanya lubang di beberapa ruas jalan telah mengganggu mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi sehari-hari. Program Pengabdian kepada Masyarakat (KPPM) ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi jalan yang rusak, menganalisis faktor-faktor utama penyebab kerusakan, dan meneliti dampak sosial-ekonominya terhadap masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan, wawancara dengan penduduk, dan dokumentasi dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat setempat. Temuan menunjukkan bahwa kerusakan jalan terutama disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi, sistem drainase yang tidak memadai, beban kendaraan yang berat, dan kurangnya pemeliharaan rutin. Kondisi-kondisi ini memengaruhi kegiatan ekonomi, keselamatan transportasi, akses ke pendidikan, dan interaksi sosial lainnya di dalam masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat setempat, dan pemangku kepentingan terkait diperlukan untuk menerapkan strategi perbaikan dan pemeliharaan jalan yang berkelanjutan guna mendukung pembangunan lokal dan kesejahteraan masyarakat.
PENANGANAN JALAN BERLUBANG DI DESA SILALAHI I, DAIRI: ANALISIS PENYEBAB, DAMPAK SOSIAL-EKONOMI, DAN REKOMENDASI PERBAIKAN BERKELANJUTAN Sihombing, Wanto Poller; Bukit, Revaldo; Tarigan, Jeremy; Manalu, Indra; Sianturi, Jekly; Silalahi, Parsaoran
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Indonesia (JUPEMI) Vol. 3 No. 3 (2026): Februari
Publisher : Merwinspy Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69820/jupemi.v3i3.499

Abstract

Infrastruktur jalan memegang peranan penting dalam mendukung pembangunan pedesaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Desa Silalahi I, yang terletak di Kabupaten Dairi dekat Danau Toba, memiliki potensi ekonomi di bidang pertanian, perikanan, dan pariwisata. Namun, adanya lubang di beberapa ruas jalan telah mengganggu mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi sehari-hari. Program Pengabdian kepada Masyarakat (KPPM) ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi jalan yang rusak, menganalisis faktor-faktor utama penyebab kerusakan, dan meneliti dampak sosial-ekonominya terhadap masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan metode observasi lapangan, wawancara dengan penduduk, dan dokumentasi dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat setempat. Temuan menunjukkan bahwa kerusakan jalan terutama disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi, sistem drainase yang tidak memadai, beban kendaraan yang berat, dan kurangnya pemeliharaan rutin. Kondisi-kondisi ini memengaruhi kegiatan ekonomi, keselamatan transportasi, akses ke pendidikan, dan interaksi sosial lainnya di dalam masyarakat. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat setempat, dan pemangku kepentingan terkait diperlukan untuk menerapkan strategi perbaikan dan pemeliharaan jalan yang berkelanjutan guna mendukung pembangunan lokal dan kesejahteraan masyarakat.