Demam Dengue (DD) merupakan penyakit yang ditularkan melalui vektor nyamuk betina dewasa Aedes sp. dan dapat menimbulkan kejadian luar biasa pada suatu wilayah. Gejala yang ditimbulkan bervariasi, mulai dari demam tinggi, sakit kepala, mual, ruam pada kulit, nyeri di tubuh yang sembuh dalam 1-2 minggu, muntah berulang, dehidrasi, hingga perdarahan di hidung dan gastrointestinal, bahkan kematian. Di Kelurahan Tomang Jakarta Barat, jumlah kasus DD terkonfirmasi pada tahun 2024 mencapai sekitar 700 kasus sehingga diperlukan pemantauan populasi jentik nyamuk menggunakan indikator entomologis seperti Angka Bebas Jentik (ABJ), House Index (HI), Container Index (CI), Breteau Index (BI) dan Density Figure (DF) untuk membantu menilai potensi transmisi dengue. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi jentik nyamuk serta faktor risiko DD di Kelurahan Tomang, Jakarta Barat, pada bulan Oktober 2025. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan metode potong lintang yang menggambarkan kepadatan dan jenis jentik berdasarkan rumah dan tempat penampungan air yang diperiksa serta faktor risikonya. Sampel penelitian berjumlah 134 orang, diambil dengan teknik total sampling. Hasil penelitian ditemukan 30 larva Aedes yang terdiri dari 76,7% (23/30) Ae. aegypti dan 23,3% (7/30) Ae. albopictus. Tingkat kepadatan jentik nyamuk tergolong rendah dimana nilai HI sebesar 2,2%, CI 0,6%, BI 2,99%, DF 1, dengan Angka Bebas Jentik sebesar 98%. Faktor risiko DD adalah memiliki tanaman dalam pot sebesar 30,6% (41/134) dan perilaku tidak menutup bak mandi sebesar 11,2% (15/134) karena ditemukan larva Aedes sp. di tempat penampungan tersebut. Kerja sama pemerintah daerah, perangkat desa, dan masyarakat setempat tetap diperlukan dalam menggiatkan kegiatan PSN 3M Plus dan G1R1J untuk menurunkan risiko DD.