Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SYSTEMATIC REVIEW TENTANG ABDOMINAL TUBERCULOSIS Yefta, Reinhard
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42552

Abstract

Abdominal Tuberculosis (TB abdominal) merupakan bentuk tuberkulosis ekstrapulmoner yang kompleks dan sering kali sulit didiagnosis karena gejala klinis yang tidak spesifik serta keterbatasan metode diagnostik yang sensitif dan spesifik. Penyakit ini dapat menyerang berbagai organ di rongga perut, termasuk usus, peritoneum, kelenjar getah bening mesenterika, dan organ padat lainnya. Mengingat tantangan dalam diagnosis dan pengobatan TB abdominal, diperlukan tinjauan sistematis terhadap literatur yang ada untuk memahami pola epidemiologi, diagnosis, manajemen, serta hasil pengobatannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan tinjauan sistematis terhadap literatur yang ada mengenai Abdominal Tuberculosis. Metode penelitian ini menggunakan tinjauan sistematis dengan pencarian literatur pada basis data seperti PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Kualitas artikel jurnal dievaluasi dengan menggunakan standar penelitian Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Hasil tinjauan menunjukkan bahwa TB abdominal lebih sering ditemukan pada laki-laki dengan usia yang bervariasi. Gejala yang paling umum adalah nyeri perut dan demam, dengan ileocecal sebagai lokasi paling sering terlibat. Diagnosis TB abdominal menjadi tantangan utama karena gejalanya tidak spesifik, sehingga USG dan X-ray sering digunakan sebagai modalitas utama, sementara konfirmasi histopatologi menunjukkan granuloma caseating pada sebagian besar kasus. Sebagian besar pasien merespons terapi anti-TB dengan baik, namun beberapa kasus dengan komplikasi seperti obstruksi usus memerlukan intervensi bedah. Faktor usia yang lebih tua dan keterlibatan usus kecil berhubungan dengan angka mortalitas yang lebih tinggi