Dewantari, Shinta
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Fatherhood dalam Surat Efesus 6:4 Sebagai Perspektif Baru tentang Peran Pengasuhan Ayah Terhadap Perkembangan Anak-Anak Baskoro, Paulus Kunto; Dewantari, Shinta; Umboh, Steven Tommy Dalekes
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 4, No 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v4i2.93

Abstract

AbstractThe parenting pattern of fathers towards children is an important thing to understand and study seriously, because it is related to a generation. This understaning is called Fatherhood. The principles of parenting fathers to children, known as Fathergood, will be studied specifically through Ephesians 6:4. Paul in his letter discusses relationship in the family and specifically Paul advises fathers not to raise their children in anger that causes bitterness. Instead of educating children with the truth of God’s Word. So that the principles of Fatherhood can be implemented in the lives of believers today. The method used is descriptive literature method. This research will discuss about effective ways of evangelism, so that evangelism is more effective and can be applied in all ages. The Purpose of this writing is First, to find the principles of Fatherhood in Ephesians 6:4. Second, make every Chirstian family an example and pattern in educating children. Third, applying parenting patterns to children today. Keywords : Fatherhood, Role, Upbringing, Father, Son, Ephesus, Colossians  AbstrakPola asuh ayah terhadap anak menjadi hal penting untuk dipahami dan dipelajari secara serius, sebab berhubungan dengan sebuah generasi. Pemahaman inilah yang disebut dengan Fatherhood. Prinsip-prinsip pola asuh ayah kepada anak yang dikenal dengan Fatherhood inilah yang akan dipelajari secara khusus lewat Surat Efesus 6:4. Paulus dalam suratnya membahas mengenai hubungan dalam keluarga dan secara khusus Paulus menasihatkan para ayah untuk tidak mendidik anak mereka dalam kemarahan yang menyebabkan kepahitan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif literatur. Penelitian ini akan membahas tentang cara yang efektif dalam penginjilan, sehingga penginjilan lebih tepat guna dapat diaplikasikan dalam segala zaman. Tujuan dalam penulisan ini adalah Pertama, menemukan prinsip-prinsip Fatherhood dalam Surat Efesus 6:4. Kedua, menjadikan setiap keluarga Kristen menjadi teladan dan pola dalam mendidik anak yang sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan. Ketiga, mengaplikasikan pola asuh ayah kepada anak-anak pada masa kini. Kata-kata Kunci: Fatherhood, Peran, Asuh, Ayah, Anak, Efesus 
Multiplikasi Murid sebagai Dasar Pendirian Jemaat Baru Menurut 2 Timotius 2:2 Suwondo, Victorio Emmanuela Sammy; Dewantari, Shinta; Baskoro, Paulus Kunto
Jurnal Lentera Nusantara Vol 5, No 1 (2025): Lentera Nusantara: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen - Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jln.v5i1.456

Abstract

This study examines the principle of disciple multiplication as a theological foundation for establishing new congregations based on 2 Timothy 2:2. The main issue addressed is the tendency of contemporary churches to prioritize structural growth over spiritual growth through reproductive discipleship. This research employs a qualitative theological approach using biblical exegesis and missiological analysis. The findings indicate that the layered transmission of faith taught by Paul to Timothy provides a biblical foundation for healthy and sustainable church growth. Disciple multiplication is not merely a ministry strategy but the very essence of the church’s mission, producing new faith communities through continuous processes of spiritual transformation.The important thing in this principle is that the discipleship that is carried out will have an impact on the disciples produced for the establishment of new congregations.AbstrakPenelitian ini mengkaji prinsip multiplikasi murid sebagai dasar teologis bagi pendirian jemaat baru berdasarkan 2 Timotius 2:2. Permasalahan utama yang dikaji adalah kecenderungan gereja masa kini yang lebih menekankan pertumbuhan struktural dibandingkan pertumbuhan spiritual melalui pemuridan yang reproduktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif teologis dengan metode eksegesis biblika dan analisis teologi misi. Hasil kajian menunjukkan bahwa prinsip pewarisan iman secara berlapis yang diajarkan Paulus kepada Timotius merupakan fondasi alkitabiah bagi gereja yang sehat dan berkelanjutan. Multiplikasi murid bukan sekadar strategi pelayanan, melainkan hakikat misi gereja itu sendiri, yang melahirkan komunitas iman baru melalui proses transformasi rohani yang terus-menerus. Hal penting dalam prinsip ini adalah pemuridan yang dilaksanakan akan membawa dampak murid yang dihasilkan bagi pendirian jemaat baru.