Aleng, Yulius
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERSEPSI PERINTIS GEREJA TERHADAP TANDA AJAIB DAN MUJIZAT PADA PERINTISAN DI KOTA Aleng, Yulius
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 5, No 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v5i2.199

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi perintis gereja terhadap tanda ajaib dan mujizat dalam konteks perintisan gereja di kota, yang tercermin dari narasi Filipus dalam Kisah Para Rasul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mengumpulkan data melalui wawancara terstruktur sebagai sumber data primer. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak Nvivo untuk mengidentifikasi tema-tema utama. Temuan utama menunjukkan bahwa persepsi perintis gereja terhadap tanda ajaib dan mujizat memainkan peran penting dalam pertumbuhan dan pengembangan gereja, dimana mereka menganggap tanda ajaib dan mujizat sebagai manifestasi langsung dari kuasa Allah yang memvalidasi pemberitaan Injil dan doa, bukan hanya menarik minat orang untuk mendengarkan pesan Injil, tetapi juga menguatkan iman.Kata kunci: tanda dan mujizat; perintisan gereja; gereja kota; Nvivo AbstractThis research aims to understand churh planter’s perceptions of signs and wonders in the context of churh planting in urban areas, as reflected in the narrative of Philip in the the books of Acts of Apostles. Using a qualitative descriptive approach, the study collected data through structured interviews as the primary data source. Data were analyzed using Nvivo software to identify major themes. The main findings indicate that church planter’s perceptions of signs and wonders play a significant role in the growth and development of churches. They view  signs and wonders as direct manifestations of God’s power that validate the preaching of the Gospel and prayer, not only attracting people to listen the Gospel message but also strengthening faith.Keywords: signs and wonders; church planting; urban church; Nvivo
Kajian Teologis Konsep Kasih Terhadap Sesama dalam Injil Lukas 10:25-37 dan Relevansinya untuk Yayasan Aleng, Yulius
LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 4, No 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berea, Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37731/log.v4i2.146

Abstract

Karya tulis ini membahas konsep kasih terhadap sesama dalam Injil Lukas 10:25-37 dan relevansinya untuk Yayasan. Penelitian ini bertujuan untuk membahas implikasi teologis dan praktis dari konsep kasih terhadap sesama dalam injil Lukas 10:25-37 serta menarik relevansinya dengan Yayasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan peneliti sebagai instrumen utama dalam pengumpulan dan analisis data. Data dikumpulkan melalui studi pustaka buku dan jurnal yang relevan dengan judul artikel serta analisis teologis terhadap injil Lukas 10:25-37. Penelitian ini jmenunjukkan bahwa kasih tulus, sebagaimana tercermin dalam tindakan Orang Samaria, menjadi esensial dalam praktek kehidupan Kristen. Dalam konteks ini, analisis teologis menegaskan pentingnya menyatukan pengetahuan dengan tindakan, menekankan peran keterlibatan aktif dalam pemikiran dan perilaku. Temuan dan diskusi mengungkapkan bahwa konsep kasih terhadap sesama dalam injil Lukas tersebut menyoroti pentingnya kasih sebagai dasar untuk tindakan kepedulian pada sesama. Perumpamaan orang Samaria yang murah hati dalam Lukas 10:25-37 menggambarkan motif kasih yang terwujud dalam praktek ketulusan dan tanpa pamrih sebagai landasan perilaku terhadap sesama yang dapat dijadikan konstruksi teologis untuk mendasari relevansi penerapannya di Yayasan, sehingga sebagai organisasi nirlaba yang berorientasi sosial, keagamaan, dan kemanusiaan, konsep kasih demikian sangat relevan menjadi nilai inti yang dapat mendorong pencapaian tujuan nirlabanya. Kata kunci : Kasih, Sesama, Injil Lukas, Yayasan. ABSTRACTThis paper delves into the concept of love for others as presented in the Gospel of Luke 10:25-37 and its relevance to Foundations. The study aims to explore the theological and practical implications of the concept of love for others in Luke 10:25-37 and draw its relevance to Foundations. Employing a qualitative descriptive approach, the researcher serves as the primary instrument for data collection and analysis. Data is gathered through a review of relevant literature and journals related to the article's title, coupled with a theological analysis of Luke 10:25-37. The research indicates that genuine love, exemplified by the actions of the Samaritan, is essential in the practice of Christian life. In this context, theological analysis emphasizes the significance of integrating knowledge with action, highlighting the role of active engagement in thought and behavior. Findings and discussions reveal that the concept of love for others in Luke's Gospel underscores the importance of love as the foundation for compassionate actions toward others. The parable of the generous Samaritan in Luke 10:25-37 portrays the motif of love manifested through sincere and selfless practices, serving as a theological construct to underpin its relevance in Foundations. As a non-profit organization with a social, religious, and humanitarian orientation, such a concept of love becomes highly relevant as a core value that can drive the achievement of its non-profit objectives. Keywords : Love, Neighbor, Gospel of Luke, Foundation