Karya tulis ini membahas konsep kasih terhadap sesama dalam Injil Lukas 10:25-37 dan relevansinya untuk Yayasan. Penelitian ini bertujuan untuk membahas implikasi teologis dan praktis dari konsep kasih terhadap sesama dalam injil Lukas 10:25-37 serta menarik relevansinya dengan Yayasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan peneliti sebagai instrumen utama dalam pengumpulan dan analisis data. Data dikumpulkan melalui studi pustaka buku dan jurnal yang relevan dengan judul artikel serta analisis teologis terhadap injil Lukas 10:25-37. Penelitian ini jmenunjukkan bahwa kasih tulus, sebagaimana tercermin dalam tindakan Orang Samaria, menjadi esensial dalam praktek kehidupan Kristen. Dalam konteks ini, analisis teologis menegaskan pentingnya menyatukan pengetahuan dengan tindakan, menekankan peran keterlibatan aktif dalam pemikiran dan perilaku. Temuan dan diskusi mengungkapkan bahwa konsep kasih terhadap sesama dalam injil Lukas tersebut menyoroti pentingnya kasih sebagai dasar untuk tindakan kepedulian pada sesama. Perumpamaan orang Samaria yang murah hati dalam Lukas 10:25-37 menggambarkan motif kasih yang terwujud dalam praktek ketulusan dan tanpa pamrih sebagai landasan perilaku terhadap sesama yang dapat dijadikan konstruksi teologis untuk mendasari relevansi penerapannya di Yayasan, sehingga sebagai organisasi nirlaba yang berorientasi sosial, keagamaan, dan kemanusiaan, konsep kasih demikian sangat relevan menjadi nilai inti yang dapat mendorong pencapaian tujuan nirlabanya. Kata kunci : Kasih, Sesama, Injil Lukas, Yayasan. ABSTRACTThis paper delves into the concept of love for others as presented in the Gospel of Luke 10:25-37 and its relevance to Foundations. The study aims to explore the theological and practical implications of the concept of love for others in Luke 10:25-37 and draw its relevance to Foundations. Employing a qualitative descriptive approach, the researcher serves as the primary instrument for data collection and analysis. Data is gathered through a review of relevant literature and journals related to the article's title, coupled with a theological analysis of Luke 10:25-37. The research indicates that genuine love, exemplified by the actions of the Samaritan, is essential in the practice of Christian life. In this context, theological analysis emphasizes the significance of integrating knowledge with action, highlighting the role of active engagement in thought and behavior. Findings and discussions reveal that the concept of love for others in Luke's Gospel underscores the importance of love as the foundation for compassionate actions toward others. The parable of the generous Samaritan in Luke 10:25-37 portrays the motif of love manifested through sincere and selfless practices, serving as a theological construct to underpin its relevance in Foundations. As a non-profit organization with a social, religious, and humanitarian orientation, such a concept of love becomes highly relevant as a core value that can drive the achievement of its non-profit objectives. Keywords : Love, Neighbor, Gospel of Luke, Foundation