Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Terhadap Siklus Haid pada Remaja Putri SMKN 1 Karawang Aryana, Shalsabiela Putri; Yapri, Julius Chandra
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.160

Abstract

Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan indikator status gizi yang berpotensi memengaruhi kesehatan reproduksi, termasuk keteraturan siklus menstruasi. Obesitas pada remaja putri dapat meningkatkan risiko gangguan siklus akibat ketidakseimbangan hormon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara IMT dan siklus menstruasi pada remaja putri di SMKN 1 Karawang. Penelitian ini menggunakan desain analitik cross-sectional, dengan pengumpulan data yang dilakukan pada Januari 2024. Sampel terdiri dari 161 responden yang dipilih melalui teknik non-random sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat signifikansi α = 0,05.. Hasil penelitian ini terdapat adanya hubungan yang signifikan antar Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi (oligomenore) remaja putri di SMKN 1 Karawang. Diperoleh nilai p = 0,000 dimana angka ini lebih kecil dari α = 0,05.  Disimpulkan bahwa peningkatan frekuensi Indeks Massa Tubuh yang berlebih (overweight) akan meningkatkan frekuensi terjadinya gangguan siklus menstruasi (oligomenore).
Hubungan Tingkat Pengetahuan Genital Hygiene terhadap Perilaku Genital Hygiene pada Remaja Putri Permadi, Indriyanti Nur; Yapri, Julius Chandra
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.226

Abstract

Masa remaja merupakan suatu transisi dari masa kanak-kanak dan bertumbuh sepanjang bertambahnya usia menjadi masa pendewasaan yang ditandai dengan perubahan secara psikologis maupun biologis. Dalam masa reproduksi, seorang remaja terutama pada remaja putri memerlukan banyak edukasi untuk menciptakan kebiasaan praktik dalam menjaga kesehatan reproduksi dengan baik agar terhindar dari penyakit infeksi saluran reproduksi,  Oleh karena itu penting bagi remaja putri untuk menerapkan perilaku genital hygiene. Genital Hygiene yakni praktik dan perilaku yang berkontribusi untuk menjaga kebersihan organ reproduksi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan genital hygiene terhadap perilaku penerapan genital hygiene. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain cross-sectional. Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu siswi aktif kelas 2 di SMKN 1 Karawang. Hasil penelitian mengemukakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat pengetahuan genital hygiene terhadap perilaku penerapan genital hygiene. Pada responden dengan tingkat pengetahuan baik dan cukup, didapatkan adanya perilaku yang cenderung baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa remaja putri yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik pada umumnya juga memiliki perilaku penerapan genital hygiene yang baik juga.
Hubungan Indeks Massa Tubuh (IMT) Terhadap Siklus Haid pada Remaja Putri SMKN 1 Karawang Aryana, Shalsabiela Putri; Yapri, Julius Chandra
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.160

Abstract

Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan indikator status gizi yang berpotensi memengaruhi kesehatan reproduksi, termasuk keteraturan siklus menstruasi. Obesitas pada remaja putri dapat meningkatkan risiko gangguan siklus akibat ketidakseimbangan hormon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara IMT dan siklus menstruasi pada remaja putri di SMKN 1 Karawang. Penelitian ini menggunakan desain analitik cross-sectional, dengan pengumpulan data yang dilakukan pada Januari 2024. Sampel terdiri dari 161 responden yang dipilih melalui teknik non-random sampling. Data dianalisis menggunakan uji statistik chi-square dengan tingkat signifikansi α = 0,05.. Hasil penelitian ini terdapat adanya hubungan yang signifikan antar Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan siklus menstruasi (oligomenore) remaja putri di SMKN 1 Karawang. Diperoleh nilai p = 0,000 dimana angka ini lebih kecil dari α = 0,05.  Disimpulkan bahwa peningkatan frekuensi Indeks Massa Tubuh yang berlebih (overweight) akan meningkatkan frekuensi terjadinya gangguan siklus menstruasi (oligomenore).
Hubungan Tingkat Pengetahuan Genital Hygiene terhadap Perilaku Genital Hygiene pada Remaja Putri Permadi, Indriyanti Nur; Yapri, Julius Chandra
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v7i01.226

Abstract

Masa remaja merupakan suatu transisi dari masa kanak-kanak dan bertumbuh sepanjang bertambahnya usia menjadi masa pendewasaan yang ditandai dengan perubahan secara psikologis maupun biologis. Dalam masa reproduksi, seorang remaja terutama pada remaja putri memerlukan banyak edukasi untuk menciptakan kebiasaan praktik dalam menjaga kesehatan reproduksi dengan baik agar terhindar dari penyakit infeksi saluran reproduksi,  Oleh karena itu penting bagi remaja putri untuk menerapkan perilaku genital hygiene. Genital Hygiene yakni praktik dan perilaku yang berkontribusi untuk menjaga kebersihan organ reproduksi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan genital hygiene terhadap perilaku penerapan genital hygiene. Penelitian ini menggunakan metode penelitian analitik observasional dengan menggunakan desain cross-sectional. Populasi yang digunakan pada penelitian ini yaitu siswi aktif kelas 2 di SMKN 1 Karawang. Hasil penelitian mengemukakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara tingkat pengetahuan genital hygiene terhadap perilaku penerapan genital hygiene. Pada responden dengan tingkat pengetahuan baik dan cukup, didapatkan adanya perilaku yang cenderung baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa remaja putri yang memiliki tingkat pengetahuan yang baik pada umumnya juga memiliki perilaku penerapan genital hygiene yang baik juga.
OVERVIEW OF KNOWLEDGE ABOUT OBESITY IN STUDENTS OF THE FACULTY OF MEDICINE, UNIVERSITY OF TARUMANAGARA Nugraha, Liem Kandi; Yapri, Julius Chandra
International Journal of Health Science & Medical Research Vol 5, No 1 (2026): February 2026
Publisher : UNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ijhsmr.v5i1.33613

Abstract

In recent years, there has been an increase in obesity cases in Indonesia, with obesity rates in adults rising steadily between 2013 and 2018. This situation is concerning because obesity contributes to various degenerative diseases that may reduce population productivity. Factors such as limited nutritional education and the widespread promotion of unhealthy foods through social media can influence public understanding of obesity. Despite this growing issue, evidence related to obesity knowledge among medical students in Indonesia remains limited, particularly regarding how well pre-clinical students understand definitions, risk factors, and management strategies for obesity.Therefore, this study was conducted to determine the level of knowledge about obesity among Tarumanagara University medical students. A questionnaire consisting of statements related to the definition, risk factors, and treatment of obesity was administered, and the distribution of respondents’ answers was analyzed to illustrate their level of understanding. From research conducted on 103 seventh-semester students, it was found that 8.7% had good knowledge and 57.3% had sufficient knowledge. The study provides a novel contribution by presenting institution-specific data that fills a gap in national evidence regarding obesity knowledge among Indonesian medical students, especially those in the transitional phase from pre-clinical to clinical training—an area that has rarely been explored in previous studies. The findings highlight the need for strengthening obesity-related education in medical curricula. The author suggests incorporating additional items that reflect both formal and informal factors affecting obesity to provide a more comprehensive understanding among future health professionals.