Dalam hal penerapan kaidah good mining practice di Indonesia, seluruh aspek terkait harus dipenuhi sesuai amanah regulasi pemerintah oleh perusahaan pertambangan, termasuk di dalamnya adalah upaya menciptakan operasional pertambangan yang produktif, efisien, dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan pembentukan disposal di dalam pit dengan menerapkan “metode sekat” sebagai upaya meminimalkan jarak pengangkutan overburden. Metodologi penelitian merupakan campuran antara metode kualitatif deskriptif dengan metode kuantitatif yang menggabungkan sebuah studi kasus dan analisis statistik. Lokasi penelitian berada pada blok pertambangan PT Kuansing Inti Makmur di Kabupaten Muara Bungo-Provinsi Jambi-Indonesia. Data primer dan data sekunder yang digunakan adalah data dalam periode Tahun 2020. Penelitian diawali dengan melakukan studi literatur terkait teknis pertambangan dan keselamatan geoteknik, menganalisis dokumen internal perusahaan, dan melakukan observasi lapangan pada fenomena yang terjadi. Kemudian teridentifikasi adanya deviasi, yaitu terdapat situasi keterbatasan lokasi pembuangan overburden untuk percepatan expose batubara dengan konsentrasi berupa efisiensi jarak angkut. Sehingga ditentukan sebuah improvement penerapan “metode sekat” dengan cara melakukan pembuangan overburden tanpa harus keluar area pit, namun pada area bekas sump yang berada di dalam pit sehingga dapat meminimalkan jarak angkut. Improvement “metode sekat” ini berhasil dilaksanakan dan memberi efek positif secara holistik dari segi kuantitas, kualitas, biaya, delivery, keselamatan, moral, produktivitas, dan lingkungan.