Dewi, Stefani Kartika
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Manusia dan Alam dalam Lirik Lagu Syifa Sativa: Kajian Ekokritik Dewi, Stefani Kartika
Divinitas Jurnal Filsafat dan Teologi Kontekstual Vol 2, No 1 (2024): Divinitas January
Publisher : Fakultas Teologi, Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/div.v2i1.7463

Abstract

This study aims to describe the pastoral narrative in the lyrics of the songs "Tanam Sawi di Bulan" and "Waktu yang Membentang" by Syifa Sativa. The purpose is to show the relationship between humans and nature. Through content analysis, the two lyrics of Syifa Sativa's songs were read based on the study of ecocriticism of pastoral narratives. The results of the content analysis show that the two Syifa Sativa songs contain pastoral narratives. The pastoral narrative presented in the two Syifa Sativa songs contains the elements of bucolic (shepherd), arcadia construction, and retreat and return discourse. The two Syifa Sativa songs show the relationship between humans and nature. Humans whose environment has changed become alienated from nature. Humans who are alienated from nature yearn for village life with a well-preserved natural condition. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan narasi pastoral dalam lirik lagu “Tanam Sawi di Bulan” dan “Waktu yang Membentang” karya Syifa Sativa. Tujuannya adalah untuk menunjukkan adanya hubungan manusia dan alam. Melalui metode analisis isi dilakukan pembacaan terhadap kedua lirik lagu karya Syifa Sativa berdasarkan kajian ekokritik narasi pastoral. Hasil analisis isi menunjukkan bahwa kedua lirik lagu Syifa Sativa mengandung narasi pastoral. Narasi pastoral yang diusung dalam kedua lirik lagu Syifa Sativa mengandung unsur bucolic (penggembala), konstruksi arcadia, dan wacana retreat dan return. Kedua lirik lagu Syifa Sativa menunjukkan adanya hubungan manusia dan alam. Manusia yang lingkungannya telah mengalami perubahan menjadi terasing dari alam. Manusia yang terasing dari alam merindukan kehidupan desa dengan kondisi alam yang masih terjaga.