Dungulan, I Gede
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SIKLUS BELAJAR SABDA-PRATYAKSA-ANUMANA (SPA) TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP IPA DAN SIKAP ILMIAH SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 KUBU TAHUN PELAJARAN 2010/2011 Dungulan, I Gede
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 1 No. 3 (2017): Oktober 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jipp.v1i3.11991

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis 1) perbedaan pemahaman konsep IPA dan sikap ilmiah antara siswa yang mengikuti model pembelajaran siklus belajar SPA dan siswa yang mengikuti model pengajaran langsung (direct instruction), 2) perbedaan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran siklus belajar SPA dan siswa yang mengikuti model pengajaran langsung (direct instruction), dan 3) perbedaan sikap ilmiah antara siswa yang mengikuti  model pembelajaran siklus belajar SPA dan siswa yang mengikutipengajaran langsung (direct instruction). Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu dengan rancangan The Posttest Only Control Group Design.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Kubu tahun pelajaran 2010/2011 yang berjumlah 118 orang. Sampel berjumlah 80 orang diambil dengan cara random kelas. Data penelitian berupa pemahaman konsep IPA dan sikap ilmiah. Data pemahaman konsep IPA dikumpulkan dengan menggunakan metode instrumen tes, dan data sikap ilmiah dikumpulkan dengan menggunakan metode instrumen angket. Data dianalisis dengan teknik Multiple Analysis of Varian (MANOVA), dan dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD) dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan 1) terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA dan sikap ilmiah antara siswa yang mengikuti model pembelajaran siklus belajar SPA dan siswa yang mengikuti model pengajaran langsung (harga F untuk Pillai’s Trace, Wilks’Lambda, Hotelling’s Trace dan Roy’s largest Root =12,884; p < 0,05), 2) terdapat perbedaan pemahaman konsep IPA antara siswa yang mengikuti model pembelajaran siklus belajar SPA dan siswa yang mengikuti model pengajaran langsung (harga Ftest of between-subjectts effects = 9,991;(p < 0,05), dan 3) terdapat perbedaan sikap ilmiah antara siswa yang mengikuti model pembelajaran siklus belajar SPA dan siswa yang mengikuti model pengajaran langsung (harga Ftest of between-subjectts effects = 15,371; p < 0,05). Hasil deskripsi statistik dan uji lanjut LSD menyatakan bahwa untuk pemahaman konsep IPA dan sikap ilmiah model pembelajaran siklus belajar SPA lebih unggul dari pada model pengajaran langsung (LSDhit< |∆µ|).