Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi permasalahan kurikulum mandiri dalam pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data antara lain observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Teknik keabsahan data dalam penelitian ini diperiksa melalui triangulasi, member check, peningkatan ketekunan, dan diskusi sejawat. Berdasarkan temuan penelitian oleh SMKN Negeri 1 Rejang Lebong, dapat disimpulkan bahwa guru PAI menghadapi beberapa permasalahan, seperti:1) Saat merencanakan pelajaran, muncul masalah yang berkaitan dengan pilihan yang terbatas, misalnya. konsentrasi di sekolah, waktu belajar yang terbatas di kelas, dan materi pelajaran yang banyak dan detail. Dalam proses pembelajaran, guru biasanya hanya menggunakan materi PAI cetak sebagai media pengajarannya, dan juga kesulitan dalam membuat modul pengajaran. 2) Pada saat penerapan bahan ajar, kreativitas guru menurun, karena satu-satunya metode pembelajaran yang digunakan guru dalam proses pembelajaran adalah gaya mengajar lama yaitu ceramah dan tanya jawab. Hal ini dipengaruhi oleh faktor usia, dan guru yang sudah bekerja bertahun-tahun sulit mengikuti perkembangan yang ada sehingga mempengaruhi keterampilannya. 3) Dalam proses penilaian pembelajaran, guru lebih memperhatikan penilaian kemampuan psikomotorik anak, khususnya kemampuan membaca Al-Quran dan menghafal hadis. Hal ini menimbulkan permasalahan karena kegiatan penilaian perlu dilakukan secara komprehensif berdasarkan aspek kognitif, emosional, dan psikomotorik anak.