Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAYA TARIK KULINER DI GLODOK DENGAN CULTURE TIONGHOA SEBAGAI POTENSI PARIWISATA Bertha Uly Situmeang; Steven Nico Septiano; Nurfahzri Abiansyah
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i2.704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk dapat menganalisis daya tarik kuliner di kawasan Glodok, Jakarta Barat, dengan perpaduan culture Tionghoa sebagai potensi pariwisata. Kawasan Glodok saat ini masih dikenal dengan wisata kuliner dan variasi makanan yang unik dan banyak, serta budaya Tionghoa yang masih ada sampai saat ini. Hal tersebut dapat dilihat dari arsitektur bangunan hingga kehidupan masyarakat Tionghoa yang tinggal dengan cara berdagang di kawasan Glodok. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian dengan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan yang dilakukan yaitu observasi, dan wawancara. Peneliti melakukan wawancara dengan beberapa informan seperti masyarakat setempat, pelaku usaha dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Glodok tidak hanya kaya akan variasi makanan, seperti Soto Tangkar dan Bakmi Anton, tetapi juga memiliki landmark bersejarah yang menarik wisatawan, seperti Vihara Dharma Bhakti dan Pantjoran Tea House. Daya tarik kuliner di Glodok diperkuat oleh suasana autentik yang menciptakan pengalaman bersantap yang unik bagi pengunjung. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya strategi promosi yang efektif, termasuk penggunaan media sosial dan promosi untuk meningkatkan visibilitas kawasan ini sebagai destinasi wisata. Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat dalam pelestarian budaya serta pengembangan infrastruktur, Pecinan Glodok memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu tujuan wisata kuliner terkemuka di Jakarta, sekaligus memperkuat identitas budaya Tionghoa di Indonesia.
DAYA TARIK KULINER DI GLODOK DENGAN CULTURE TIONGHOA SEBAGAI POTENSI PARIWISATA Bertha Uly Situmeang; Steven Nico Septiano; Nurfahzri Abiansyah
Journal of Social and Economics Research Vol 6 No 2 (2024): JSER, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v6i2.704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk dapat menganalisis daya tarik kuliner di kawasan Glodok, Jakarta Barat, dengan perpaduan culture Tionghoa sebagai potensi pariwisata. Kawasan Glodok saat ini masih dikenal dengan wisata kuliner dan variasi makanan yang unik dan banyak, serta budaya Tionghoa yang masih ada sampai saat ini. Hal tersebut dapat dilihat dari arsitektur bangunan hingga kehidupan masyarakat Tionghoa yang tinggal dengan cara berdagang di kawasan Glodok. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan penelitian dengan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan yang dilakukan yaitu observasi, dan wawancara. Peneliti melakukan wawancara dengan beberapa informan seperti masyarakat setempat, pelaku usaha dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Glodok tidak hanya kaya akan variasi makanan, seperti Soto Tangkar dan Bakmi Anton, tetapi juga memiliki landmark bersejarah yang menarik wisatawan, seperti Vihara Dharma Bhakti dan Pantjoran Tea House. Daya tarik kuliner di Glodok diperkuat oleh suasana autentik yang menciptakan pengalaman bersantap yang unik bagi pengunjung. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya strategi promosi yang efektif, termasuk penggunaan media sosial dan promosi untuk meningkatkan visibilitas kawasan ini sebagai destinasi wisata. Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat dalam pelestarian budaya serta pengembangan infrastruktur, Pecinan Glodok memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu tujuan wisata kuliner terkemuka di Jakarta, sekaligus memperkuat identitas budaya Tionghoa di Indonesia.