Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Sistem Penerimaan Retribusi Pelayanan Kesehatan Puskesmas Daerah Pada Dinas Kesehatan Daerah Kota Mataram Maya, Devintha Elistya; Fitriyah, Nur; Mariadi, Yusli
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 2 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (409.437 KB) | DOI: 10.59086/jak.v2i1.55

Abstract

Puskesmas merupakan salah satu bentuk pelayanan dan fasilitas kesehatan yang penting dan terjangkau bagi kalangan masyarakat khususnya masyarakat ekonomi bawah, selain itu letak puskesmas yang mudah diakses menjadi alasan utama masyarakat memilih puskesmas sebagai tempat berobat. Salah satu retribusi daerah yang dipungut oleh pemerintah daerah Kota Mataram adalah retribusi jasa pelayanan kesehatan puskesmas, dimana sumber pendapatan puskesmas tersebut dapat memberikan kontribusi bagi daerah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Maka dari itu diperlukan suatu sistem dan prosedur yang dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan bagi proses pengambilan keputusan yang mengacu pada suatu peraturan perundang-undangan yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian deskriptif kualitatif yaitu penelitian untuk menggambarkan sesuatu yang terjadi di dinas kesehatan Kota Mataram. Hasil penelitian menunjukkan sistem penerimaan retribusi pelayanan kesehatan pada dinas kesehatan Kota Mataram masih belum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yaitu Peraturan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah. A public health center is a form of health services and facilities that are important and affordable for circles of the society, especially lower economic society, besides that the location of the public health center which is easy to access is the main reason for the society choose public health center as a place for treatment. One of the regional retribution levied by the local government of Mataram City is the public service levy for health services public health center, where the source of public heahealthnter income can contribute to the region which used to fulfill regional needs in improving people’s welfare. So that is why we need a system and procedure that can produce the information needed for the decision-making process that refers to a statutory regulation namely Government Regulation Number 12 of 2019 concerning regional financial management. This study uses a qualitative descriptive research approach which is a study to describe something that happened at the Mataram City health office. The results of the study show the systems for receiving health service retributions at the Mataram City health officials are still not by applicable regulation, namely Republic of Indonesia Regulation Number 12 of  2019 concerning regional financial management.  
Pengaruh Jumlah Desa/Lurah, Jumlah ASN, dan Belanja Pegawai terhadap Dana Transfer ke Daerah pada Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi NTB Suparlan, Suparlan; Mahdintara, M. Andreza; Maya, Devintha Elistya; Sholihah, Yumna Qoni’atun; Irrofiqi, Aidil Himam
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.1190

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh jumlah desa/kelurahan, jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN), dan belanja pegawai terhadap Dana Transfer ke Daerah (TKD) pada pemerintah kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2020–2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya ketergantungan fiskal daerah terhadap TKD serta terbatasnya kajian empiris yang menguji secara simultan faktor struktural administratif dan fiskal daerah sebagai determinan alokasi TKD. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian terpadu variabel jumlah desa/kelurahan, jumlah ASN, dan belanja pegawai dalam satu model analisis fiskal daerah pada level kabupaten/kota. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan daerah dan publikasi resmi pemerintah. Seluruh kabupaten/kota di Provinsi NTB sebanyak 10 daerah dijadikan sampel melalui teknik sampling jenuh. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah desa/kelurahan dan belanja pegawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap TKD, sedangkan jumlah ASN tidak berpengaruh signifikan. Nilai R-square sebesar 0,806 menunjukkan bahwa model memiliki daya jelas yang kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur administratif wilayah dan beban belanja pegawai merupakan faktor utama dalam penentuan alokasi TKD. Secara praktis, temuan ini memberikan implikasi bagi penyempurnaan formula TKD serta pengendalian belanja pegawai guna memperluas ruang fiskal daerah bagi pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.   This study aims to analyze the effects of the number of villages/urban wards, the number of civil servants (ASN), and personnel expenditure on Intergovernmental Fiscal Transfers (TKD) in district and municipal governments of West Nusa Tenggara Province (NTB) during the 2020–2024 period. The study is motivated by the high fiscal dependence of local governments on TKD and the limited empirical evidence that simultaneously examines internal administrative and fiscal structural factors as determinants of transfer allocation. The novelty of this study lies in the integrated examination of administrative structure and fiscal burden variables within a single regional fiscal transfer model at the district/municipal level. A quantitative approach was employed using secondary data from regional financial reports and official government publications. All 10 districts/municipalities in NTB were included using a saturated sampling technique. Data were analyzed using Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS). The results indicate that the number of villages/urban wards and personnel expenditure have a positive and significant effect on TKD, while the number of civil servants does not have a significant effect. An R-square value of 0.806 indicates strong explanatory power. The study concludes that administrative structure and personnel expenditure burden are the primary determinants of TKD allocation. Practically, the findings support improving the TKD allocation formula and strengthening control over personnel spending to expand local fiscal space for development and improved public service delivery.