Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Mewujudkan Kesetaraan Gender melalui Transformasi Manajemen SDM Era 5.0 Hendra Dwi Prasetyo
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 3 (2025): MARCH 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v3i3.194

Abstract

Kesetaraan gender merupakan agenda global yang terus diperjuangkan, khususnya dalam praktik manajemen sumber daya manusia (SDM) di era Society 5.0 yang ditandai oleh integrasi teknologi dan human-centric innovation (Fukuyama, 2018). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana transformasi manajemen SDM era 5.0 dapat menjadi strategi efektif dalam mempercepat tercapainya kesetaraan gender di organisasi. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dan data sekunder global, penelitian ini menemukan bahwa digitalisasi HR, automasi rekrutmen berbasis AI, serta implementasi model kepemimpinan transformasional adaptif berpotensi mengurangi bias gender struktural (Liao et al., 2017; Chamorro-Premuzic et al., 2019). Namun demikian, teknologi harus diimbangi dengan penguatan budaya organisasi yang inklusif dan kesadaran kolektif untuk mencegah reproduksi bias algoritmik (Bogen & Rieke, 2018). Implikasi teoritisnya menunjukkan perlunya integrasi model manajemen SDM berbasis gender equality dan teknologi cerdas, sedangkan secara praktis organisasi perlu mendesain kebijakan berbasis data analytics yang menekankan fairness, diversity, dan empowerment. Temuan ini berkontribusi pada literatur gender dan manajemen SDM era 5.0 serta memberikan arah bagi pengembangan HR strategy menuju terciptanya organisasi yang inklusif dan berkeadilan gender di masa depan (Brougham & Haar, 2018).
Penerapan Activity-Based Costing dalam Menentukan Tarif Layanan Jasa Profesional Hendra Dwi Prasetyo
JOURNAL OF ECONOMICS, BUSINESS, MANAGEMENT, ACCOUNTING AND SOCIAL SCIENCES Vol. 3 No. 5 (2025): JULY 2025
Publisher : PUTRA JAWA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63200/jebmass.v3i4.201

Abstract

Penentuan tarif layanan yang tepat merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga daya saing dan keberlanjutan perusahaan jasa profesional. Metode konvensional sering kali tidak mencerminkan biaya aktual dari setiap aktivitas yang mendukung layanan, sehingga dapat menyebabkan distorsi harga. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Activity-Based Costing (ABC) dalam menghitung tarif layanan pada perusahaan jasa profesional. Pendekatan ABC dilakukan dengan mengidentifikasi aktivitas utama, mengalokasikan biaya ke aktivitas tersebut, serta menentukan cost driver yang sesuai untuk masing-masing layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ABC memberikan informasi biaya yang lebih akurat dibandingkan metode tradisional. Dengan demikian, perusahaan dapat menetapkan tarif yang lebih rasional dan berbasis pada konsumsi sumber daya yang sebenarnya. Penerapan metode ini juga membantu manajemen dalam pengambilan keputusan strategis terkait efisiensi dan profitabilitas layanan.
Implementation of PSAK 46 in Deferred Tax Reporting and its impact on company profits Hendra Dwi Prasetyo
Journal of Economics, Management, Accounting, Business, Educational, Technology, and Social Science Vol. 1 No. 2 (2025): PEBRUARY 2025
Publisher : PT. Putra Jawa Mulya ( Putra Jawa Publisher )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Financial Accounting Standard PSAK 46 regulates the accounting treatment of income taxes, including the recognition of deferred tax assets and liabilities. This research aims to analyze the implementation of PSAK 46 in deferred tax reporting and its impact on company profits. The research method used is a case study of public companies in Indonesia with quantitative and qualitative data analysis. The research results show that the application of PSAK 46 has a significant effect on the presentation of financial reports, especially in reflecting temporary differences between accounting profit and fiscal profit. In addition, the deferred taxes that arise can affect the reported net profit, either in the form of additions or reductions in the value of taxes that must be paid. With proper implementation, PSAK 46 can increase the transparency and quality of a company's financial reports.