Di era digital yang terus berkembang, kemampuan memanfaatkan media sosial sebagai alat pemasaran menjadi sangat penting, termasuk bagi para santri di pondok pesantren. Pondok Pesantren Al-Muhajirin III memiliki potensi besar dalam mengembangkan santri menjadi pengusaha, namun masih terdapat kendala dalam penguasaan keterampilan kewirausahaan dan manajemen, khususnya dalam aspek pemasaran. Keterbatasan program pendidikan bisnis dan pembatasan penggunaan teknologi menghambat pengembangan keterampilan kewirausahaan, terutama dalam pemasaran digital. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan program sosialisasi social media marketing dengan fokus pada penggunaan Instagram. Program ini melibatkan empat tahap utama: observasi, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Observasi dilakukan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan santri mengenai pemasaran digital, yang kemudian digunakan sebagai dasar untuk menyusun materi yang relevan. Tahap pelaksanaan melibatkan pemaparan konsep dasar pemasaran digital, strategi konten di Instagram, analisis studi kasus, dan diskusi interaktif. Sesi ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pemasaran digital dan cara memanfaatkan Instagram sebagai alat pemasaran. Santri diajak untuk aktif berpartisipasi melalui kuis dan diskusi, sehingga materi dapat diserap secara optimal. Hasil evaluasi menunjukkan keberhasilan program ini dalam meningkatkan pemahaman santri tentang pemasaran digital. Santri dapat memahami konsep dasar social media marketing, mengidentifikasi jenis konten yang menarik, serta menganalisis strategi pemasaran dari berbagai studi kasus. Dengan program ini, santri diharapkan mampu memanfaatkan media sosial untuk mendukung usaha mereka di masa depan, sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia digital yang terus berkembang.