biges, martini
LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NIFAS TENTANG ANEMIA POSTPARTUM WILAYAH KERJA PUSKESMAS KATUMBANGAN KABUPATEN POLEWALI MANDAR biges, martini
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Kesehatan Bina Generasi
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.561 KB) | DOI: 10.35907/jksbg.v10i1.51

Abstract

Latar Belakang :Anemia adalah salah satu factor kematian ibu secara tidak langsung karena perdarahan pasca persalinan merupakan factor penyebab tingginya angka kematian ibu saat persalinan karena dapat menyebabkan menurunnya kadar Hb dalam darah yang menyebabkan kematian. Tujuan Penelitian ini adalah Untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu nifas tentang anemia pada post partum di wilayah kerja puskesmas katumbangan. Metode Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran tentang suatu keadaan secara objektif. Populasinya adalah nifas 332 dengan jumlah sampel 76 dan jumlah responden sebanyak 40, pengetahuan ibu nifas  tentang anemia postpartum, dengan alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuesioner. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pengetahuan ibu nifas terhadap pengertian anemia termasuk dalam kategori baik adalah 85%, pada pengetahuan ibu nifas tentang tanda gejala anemia termasuk  dalam kategori Baik adalah 45%, pengetahuan ibu nifas tentang  dampak anemia  termasuk dalam kategori baik adalah 80%,pengetahuan ibu nifas tentang pencegahan anemia termasuk dalam kategori baik adalah 82,5%. Kesimpulan pengetahuan ibu nifas tentang anemia postpartum di kategorikan, baik sebanyak 29 ibu nifas dengan presentase 72,5%. Penulis menyarankan ibu nifas wilayah kerja Puskesmas katumbangan dapat meningkatkan lagi pemahamannya tentang anemia postpartum.
FAKTO-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENDAHNYA PENGGUNAAN KONTRASEPSI JANGKA PANJANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANREAPI KABUPATEN POLEWALI MANDAR biges, martini
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Bina Generasi
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.114 KB) | DOI: 10.35907/jksbg.v10i2.100

Abstract

Latar belakang :Kontrasepsi berasal dari kata kontra yang berarti mencegah atau melawan, konsepsi adalah pertemuan antara sel telur dan sel sperma yang mengakibatkan kehamilan. Dalam upaya untuk menurunkan atau mencegah tingkat kehamilan ada berbagai macam cara salah satunya menggunakan kontrasepsi jangka panjang.Menurut Prawirohardjo metode kontrasepsi jangka panjang merupakan jenis kontrasepsi yang sekali pemakaiannya dapat bertahan selam 3 tahun sampai seumur hidup, jenis kontrasepsi ini diantaranya adalah AKDR/IUD, implant, MOW dan MOP. Metode KB jangka panjang adalah alat kontrasepsi yang di gunakan untuk menunda kehamilan, serta menghentikan kesuburan, yang digunakan dengan jangka panjang, yang meliputi IUD (alat kontrasepsi rahim), implan dan kontrasepsi mantap.Menurut World Organization (WHO) keluarga berencana adalah mendapatkan objektif-objektif tertentu, menghindari kelahuran yang tak di inginkan, mengatur interval diantara kehamilan, mendapatkan kelahiran yang memang diingankan, mengontrol waktu saat kelahiran dalam hubungan dengan suami istri, menentukan jumlah anak dalam keluarga(Hartono,2014). Tujuan : Tujuan dalam penelitian Untuk mengetehui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengguna metode jangka panjang di Wilayah kerja Puskesmas Anreapi Kabupaten Polewali Mandar. Metode Penelitian :Metode pengambilan di lakukan dengan random samplingsampling dengan 94 responden, pengumpulan data dengan menggunakan lembar kuesioner dan lembar cheklist. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara pengetahuan, pendidikan, sosial ekonomi dan dukungan keluarga dengan rendahnya penggunaan MKJP di Wilayah kerja Puskesmas Anreapi Kabupaten Polewali Mandar. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian ini Pentingnya usaha peningkatan pengetahuan PUS tentang MKJP. Usaha peningkatan ini dilakukan dengan