biges, niar
LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN AKSEPTOR KB NON MKJP TENTANG ALAT KONTRASEPSI DALAM RAHIM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANREAPI KABUPATEN POLEWALI MANDAR TAHUN 2016 biges, niar
Jurnal Kesehatan Bina Generasi Vol 8 No 1 (2016): Jurnal Kesehatan Bina Generasi
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pertumbuhan penduduk yang sangat pesat merupakan akibat dari fertlitas yang tinggi dan akan menjadi masalah bagi suatu Negara. Agar laju penduduk dapat ditekan maka dibentuklah program KB. AKDR  adalah salah satu program KB jangka panjang dan efektifitasnya sangat tinggi yang diharapkan mampu menekan laju pertumbuhan penduduk. Tujuan : Tujuan Umum penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan Akseptor KB Non MKJP tentang  AKDR, tujuan khusunya adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan Akseptor KB Non MKJP tentang pegertian, efektifitas, serta efek samping AKDR pada tingkat baik, cukup ataukah kurang. Metode Penelitian : Metode penelitian yang digunakan adalah Deskriptif. Lokasi dan waktu penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Anreapi, Kec. Anreapi pada tanggal 20 maret sampai dengan 20 april 2016, teknik pengambilan sampel yaitu Simple Random Sampling. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan komputerisasi program SPSS versi 20 dengan rumus product moment dan spearmen brown. Hasil Penenitian :Dari hasil penelitian terhadap 92 responden, pengetahuan responden terhadap AKDR masuk dalam kategori kurang yakni 52 orang (56,5%). Kesimpulan : Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai pengetahuan kurang (56,5%) tentang AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim). Saran : Diharapkan agar semua bidan lebih meningkatkan profesionalisme dalam memberikan informasi dan penyuluhan tentang AKDR
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU BAYI 0-6 BULAN TENTANG PASI (PENGGANTI AIR SUSU IBU) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEKKABATA KECAMATAN POLEWALI KABUPATEN POLEWALI MANDAR biges, niar
Jurnal Kesehatan Bina Generasi Vol 8 No 2 (2016): Jurnal Kesehatan Bina Generasi
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.538 KB)

Abstract

Latar belakang : berdasarkan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) Sejauh ini kematian bayi telah turun sebesar 44 persen selama 18 tahun terakhir, dari 57 kematian per 1.000 kelahiran hidup di periode 1990-1994 ke 32 kematian per 1.000 kelahiran hidup di periode 2008-2012. Namun, BKKBN tentu tidak akan puas sampai sini saja. Kami juga akan terus berusaha menekan angka ini dengan program yang kita sudah canangkan pada tahun 2013-2014, sehingga akhir tahun 2015 tahun menurun jauh (BKKBN 2014). Data dari Puskesmas Pekkabata tahun 2014, terdapat 156 ibu yang mempunyai bayi   0 – 6 bulan. Dari 156 ibu, 68 ibu memberikan ASI Eksklusif dan 88 ibu lainnya memberikan tambahan susu formula kepada bayinya. Dari hasil survei awal yang dilakukan pada 5 ibu yang memberikan ASI Eksklusif dan 5 ibu yang memberikan tambahan susu formula didapatkan ibu menganggap PASI baik dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan pada bayinya sedangkan pada ibu yang memberikan ASI Eksklusif mengatakan bahwa tanpa PASI, bayi dapat tumbuh dengan baik serta ekonomis. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui Bagaimana ” Gambaran Pengetahuan Ibu Bayi 0-6 Bulan Tentang PASI di Wilayah Kerja Puskesmas Pekkabata Kabupaten Polewali Mandar”. Metode penelitian : Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran tentang suatu keadaan secara objektif yang digunakan untuk memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi sekarang Hasil penelitian dan Kesimpulan : Penelitian pada gambaran pengetahuan tentang pengertian PASI dari 61 responden, pada kategori cukup sebanyak 36 orang atau (59,02%). Penelitian pada gambaran pengetahuan tentang manfaat PASI pada kategori cukup sebanyak 32 orang atau  (52,46). Penelitian pada gambaran pengetahuan tentang dampak negatif PASI, pada kategori cukup sebanyak 32 orang atau (52,46%).
GAMBARAN PENGETAHUAN IBU NEONATUS DINI 0-7 HARI TENTANG OMFALITIS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEBUNSARI KECAMATAN WONOMULYO KABUPATEN POLEWALI MANDAR TAHUN 2015 biges, niar
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 7 No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Bina Generasi
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.63 KB) | DOI: 10.35907/jksbg.v7i2.53

Abstract

Latar Belakang : Bakteri memasuki tali pusat dan terjadi suatu infeksi yang disebut omfalitis. Tanda-tanda pertama adalah basahnya tali pusat, berbau, mengeluarkan sedikit cairan. Area disekitar tali pusat menjadi bengkak. Cairan yang dikeluarkan meningkat, baunya meningkat, dan lebih buruk lagi bayi mengalami demam karena infeksi meningkatkan toksik. Tanpa pengobatan, mungkin terjadi kematian dalam beberapa hari. Tujuan Penelitian : ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu neonatus dini 0-7 hari tentang omfalitis di wilayah kerja puskesmas kebunsari kecamatan wonomulyo kabupaten polewali mandar tahun. Metode Penelitian : yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, populasi yaitu semua ibu neonatus dini 0-7 hari sebanyak 36 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling dan jumlah sampel sebanyak 36 responden, dan Tekhnik analisis yang digunakan yaitu analisis Univariat. Hasil Penelitian : didapat tingkat Pengetahuan Ibu Neonatus Dini  0-7 Hari Tentang Penyebab Omfalitis adalah cukup sebesar 66.7%, Gejala Omfalitis adalah baik sebesar 52.8%, dan Pencegahan Omfalitis adalah cukup sebesar 58.3%. Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan Gambaran Pengetahuan Ibu Neonatus Dini 0-7 Hari Tentang Omfalitis adalah sebesar  66.7% termasuk dalam kategori cukup.