Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metode Dakwah Dalam Kajian Tematik Surat An-Nahl 125 (Perspektif Tafsir Al-Alusi Dan As-Sya’rawi) Mutiara Mutiara
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.308

Abstract

Beragamnya penafsiran dalam memaknai tahapan dakwah dalam Qs. An-Nahl 125 yang biasanya digunakan sebagai tolak ukur berdakwah menjadi perhatian yang manarik untuk dikaji para peneliti sebelumnya. Pada kesempatan kali ini, penulis menggunakan tafsir As-Alusi dan As-Sya’rawi sebagai sumber penelitian. Adapun tujuan penelitian ini adalah menelusuri penafsiran kedua mufassir tersebut terkait tahapan dakwah dalam surat An-Nahl 125. Penelitian ini termasuk library research dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan data atau bahan-bahan yang berkaitan dengan tema pembahasan dan permasalahannya yang di ambil dari sumber-sumber kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode dakwah yang terkandung dalam surat An-Nahl 125 berdasarkan perspektif As-Alusi ada 3 kondisi orang ketika didakwahi diantaranya kalangan terpelajar atau khawas (bil hikmah), orang awam (mauizah), dan orang yang keras kepala (mujadalah). Sedangkan As-Sya’rawi menafsirkan ayat tersebut lebih mengarahkannya kepada peran penda’i itu sendiri yakni (bil hikmah) keteladanan seorang pendai, (mauizah) etika yang harus diperhatikan, (mujadalah) adu argumentasi. 
Metode Dakwah Dalam Kajian Tematik Surat An-Nahl 125 (Perspektif Tafsir Al-Alusi Dan As-Sya’rawi) Mutiara Mutiara
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 3 No. 1 (2025): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v3i1.308

Abstract

Beragamnya penafsiran dalam memaknai tahapan dakwah dalam Qs. An-Nahl 125 yang biasanya digunakan sebagai tolak ukur berdakwah menjadi perhatian yang manarik untuk dikaji para peneliti sebelumnya. Pada kesempatan kali ini, penulis menggunakan tafsir As-Alusi dan As-Sya’rawi sebagai sumber penelitian. Adapun tujuan penelitian ini adalah menelusuri penafsiran kedua mufassir tersebut terkait tahapan dakwah dalam surat An-Nahl 125. Penelitian ini termasuk library research dengan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan cara mengumpulkan data atau bahan-bahan yang berkaitan dengan tema pembahasan dan permasalahannya yang di ambil dari sumber-sumber kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode dakwah yang terkandung dalam surat An-Nahl 125 berdasarkan perspektif As-Alusi ada 3 kondisi orang ketika didakwahi diantaranya kalangan terpelajar atau khawas (bil hikmah), orang awam (mauizah), dan orang yang keras kepala (mujadalah). Sedangkan As-Sya’rawi menafsirkan ayat tersebut lebih mengarahkannya kepada peran penda’i itu sendiri yakni (bil hikmah) keteladanan seorang pendai, (mauizah) etika yang harus diperhatikan, (mujadalah) adu argumentasi.