- Juhadi
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

POLA-POLA PEMANFAATAN LAHAN DAN DEGRADASI LINGKUNGAN PADA KAWASAN PERBUKITAN - Juhadi
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 4, No 1 (2007)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v4i1.108

Abstract

Pola-pola pemanfaatan lahan khususnya pada kawasan perbukitan (upland area) cenderung membawa dampak pada degradasi lingkungan, dan itu merupakan ancaman serius bagi kehidupan masa kini dan bagi generasi mendatang. Gagalnya pengembangan teknologi usahatani konservasi di pedesaan lahan kering perbukitan dan dataran tinggi dapat dipandang sebagai gagalnya upaya perbaikan lingkungan dan khususnya kawasan perbukitan. Hal ini dapat dimaknai sebagai semakin mendekatnya ancaman terhadap kehidupan masyarakat secara keseluruhan, terutama masyarakat pedesaan. Sementara itu, sumberdaya alam terutama lahan yang tersedia sangat terbatas, sehingga apabila dalam pemanfaatannya tidak disertai dengan upaya-upaya untuk mempertahankan fungsi dan kemampuannya akan dapat menimbulkan kerusakan dan mengancam kelestarian sumberdaya lahan tersebut. Pola pemanfaatan lahan pada kawasan perbukitan (upland area) umumnya berupa kebun campuran; kebun sejenis, permukiman, hutan dan semak belukar; persawahan dan palawija. Pola-pola pemanfaatan lahan tersebut cenderung mengalami perubahan dari waktu kewaktu. Pola-pola perubahan pemanfaatan lahan tersebut dipengaruhi oleh dinamika factor geobiofisik lahan, sosial budaya, dan ekonomi. Keterkaitan hubungan di antara faktor-faktor di muka dalam pemanfaatan lahan akan berdampak pada gradasi ekologis yang bervaraisi. Kata kunci: pola-pola pemanfaatan lahan, kawasan perbukitan, degradasi lingkungan
DINAMIKA PEMANFAATAN LAHAN PADA KAWASAN PERBUKITAN KASUS DAS SERANG KULON PROGO - Juhadi
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 4, No 2 (2007)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v4i2.101

Abstract

Dinamika pemanfaatan lahan khususnya pada kawasan perbukitan (upland area) cenderung membawa dampak pada degradasi lingkungan, dan itu merupakan ancaman serius bagi kehidupan masa kini dan bagi generasi mendatang. Gagalnya pengembangan teknologi usahatani konservasi di pedesaan lahan kering perbukitan dan dataran tinggi dapat dipandang sebagai gagalnya upaya perbaikan lingkungan dan khususnya kawasan perbukitan. Hal ini dapat dimaknai sebagai semakin mendekatnya ancaman terhadap kehidupan masyarakat secara keseluruhan, terutama masyarakat pedesaan. Sementara itu, sumberdaya alam terutama lahan yang tersedia sangat terbatas, sehingga apabila dalam pemanfaatannya tidak disertai dengan upaya-upaya untuk mempertahankan fungsi dan kemampuannya akan dapat menimbulkan kerusakan dan mengancam kelestarian sumberdaya lahan tersebut. Pola pemanfaatan lahan pada kawasan perbukitan (upland area) umumnya berupa kebun campuran; kebun sejenis, permukiman, hutan dan semak belukar; persawahan dan palawija. Pola-pola pemanfaatan lahan tersebut cenderung mengalami perubahan dari waktu kewaktu. Pola-pola perubahan pemanfaatan lahan dipengaruhi oleh dinamika geobiofisik lahan, sosial budaya, dan social ekonomi. Keterkaitan hubungan di antara faktor-faktor di muka dalam pemanfaatan lahan akan berdampak pada gradasi ekologis yang bervaraisi. Kata kunci : dinamika pemanfaatan lahan, kawasan perbukitan, degradasi lingkungan
ANALISIS SPASIAL TIPOLOGI PEMANFAATAN LAHAN PERTANIAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI DAS SERANG BAGIAN HULU, KULON PROGO, YOGYAKARTA - Juhadi
Jurnal Geografi : Media Informasi Pengembangan dan Profesi Kegeografian Vol 7, No 1 (2010)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jg.v7i1.87

Abstract

Ketersedian lahan pertanian dari waktu kewaktu terus menurun baik secara kuantitatas maupun kualitas, sebagai akibat terus berkembangannya jumlah penduduk. Kerusakan lahan telah banyak terjadi pada sejumlah daerah, termasuk daerah perbukitan-pegunungan DAS Serang bagian hulu. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji pola, struktur, proses dan dampak spasial pemanfaatan lahan pertanian di daerah perbukitan-pegunungan DAS Serang bagian hulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan spasial berbasis sistem informasi geografis (SIG). Satuan analisis adalah bentuklahan dan rumahtangga tani. Data dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara, uji lapangan dan pemanfaatan sumber-sumber peta Rupabumi Indonesia skala 1 : 25.000 dan Citra satelit Spot 5 tahun 2006. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam pola pemanfaatan lahan yakni pemanfaatan lahan untuk persawahan dan palawija; kebun campuran; kebun sejenis, permukiman, hutan dan semak belukar. Kebun campuran mendominasi wilayah penelitian, dan menjadi bagan penting bagi kehidupan penduduk setempat. Tipologi kualitas pemanfaatan lahan pada separo lebih dari wilayah penelitian termasuk tingkatan sedang. Namun demikian untuk beberapa wilayah penelitian memiliki tingkat kualitas pemanfaatan lahan yang rendah (23.81%). Untuk tipologi kerusakan lahan, hampir separo dari wilayah mengalami tingkat kerusakan tinggi, dan yang lain adalah tingkat kerusakan rendah sampai sedang. Kata kunci: tipologi pemanfaatan lahan, kerusakan lahan, SIG