Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Financial Performance Assessment of Flat Buildings Using Life Cycle Cost and Cost–Benefit Analysis Griselda Junianda Velantika; Reguel Mikhail; Karina Meilawati Eka Putri; Elok Dewi Widowati; Rizqi Alghiffary; Muhamad Fauzan Akbari
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 7 No. 1 (2025): November-January
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v7i1.1005

Abstract

Buildings resulting from construction projects are durable assets and decisions related to construction projects have enduring impacts. In many cases, building owners prioritize only the initial costs, such as building design, construction, and equipment costs, while neglecting the future operation and maintenance costs. This research studies life cycle costing (LCC) analysis to evaluate the financial feasibility of urban housing. The LCC calculates all the costs incurred and benefits during the building's operation. The cost is generated from construction, operational, and maintenance costs. At the same time, the benefit breaks down into flat rental costs, retail rental costs, and parking costs. The costs incurred are estimated over 25 years, and the parameters of feasibility are net Present Value (NPV), Benefit-Cost Ratio (BCR), and Internal Rate of Return (IRR). The study generates negative NPV, BCR < 1, and 0.61% of IRR. It indicates that the project is not feasible. This research gives alternatives to make the project feasible. This study employed a trial-and-error approach to ascertain the viability of investing in flat rentals by systematically adjusting rental rates. Incremental adjustments to rental rates are tested by a series of rate hikes of 50%, 100%, 150%, and 200% using a trial-and-error approach. The project will become feasible if the flat rate increases to 150-200% of the initial rental rate.
Penerapan Prinsip Pareto dalam Evaluasi Alternatif Percepatan Waktu pada Proyek Pembangunan Jalan di Kabupaten Sidoarjo Menggunakan Critical Path Method Azzuma Prameswari; I Nyoman Dita Pahang Putra; Elok Dewi Widowati
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v10i2.126

Abstract

Keterlambatan dalam pelaksanaan proyek konstruksi, khususnya proyek pembangunan jalan, merupakan permasalahan umum yang berdampak pada meningkatnya biaya dan menurunnya efisiensi pelaksanaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab keterlambatan serta merumuskan alternatif percepatan waktu pada proyek pembangunan jalan akses di Kabupaten Sidoarjo. Metodologi yang digunakan mencakup analisis prinsip Pareto untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama penyebab keterlambatan, serta penerapan Critical Path Method (CPM) untuk menentukan hubungan antar aktivitas dan durasi normal dari sisa pekerjaan. Selanjutnya, pendekatan Time Cost Trade-Off (TCTO) digunakan untuk menyusun penjadwalan ulang dengan menambahkan waktu kerja selama 3 jam pada 7 dari 9 pekerjaan dominan yang teridentifikasi melalui analisis Pareto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa percepatan proyek dapat dicapai selama 19 hari, dari tanggal penyelesaian semula 31 Desember 2025 menjadi 12 Desember 2025. Analisis ulang mengidentifikasi 10 pekerjaan kritis, dengan mayoritas merupakan pekerjaan dominan yang ditemukan melalui penerapan prinsip Pareto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa percepatan yang dilakukan melalui optimalisasi pekerjaan-pekerjaan dominan dan berada pada jalur kritis mampu secara signifikan mempersingkat durasi proyek dengan cara yang efektif dan efisien.
Komparasi Prediksi Penyelesaian Proyek dengan Earned Value dan Earned Schedule Elok Dewi Widowati
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 7, No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v7i2.16407

Abstract

Manajemen waktu merupakan aspek krusial dalam kesuksesan proyek konstruksi, terutama dalam menghadapi dinamika pelaksanaan yang kerap berubah. Salah satu tantangan utama adalah menyediakan estimasi penyelesaian proyek yang akurat dan responsif terhadap perkembangan aktual di lapangan. Selama ini, metode Earned Value Management (EVM) banyak digunakan untuk memantau kinerja biaya dan jadwal, namun pendekatan ini memiliki keterbatasan dalam menggambarkan keterlambatan atau percepatan proyek dalam satuan waktu. Untuk menjawab kekurangan tersebut, Earned Schedule Management (ESM) hadir sebagai metode alternatif yang mengubah indikator jadwal dari berbasis biaya menjadi berbasis waktu. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan akurasi prediksi durasi penyelesaian proyek antara metode EVM dan ESM pada proyek pembangunan gedung perbelanjaan di Kota Malang. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan deskriptif melalui analisis data mingguan progres proyek dari minggu ke-1 hingga ke-20. Indikator utama yang dianalisis meliputi SPI (Schedule Performance Index) dan IEAC (Independent Estimate at Completion), baik dalam bentuk biaya maupun waktu. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode ESM lebih akurat dalam memperkirakan durasi penyelesaian proyek. Pada minggu ke-19, nilai SPI(t) sebesar 1,530 menghasilkan estimasi waktu penyelesaian proyek sekitar 197 hari, atau 103 hari lebih cepat dari rencana awal 300 hari. Sementara itu, EVM menunjukkan kecepatan progres, tetapi kurang sensitif terhadap pergeseran waktu aktual. Dengan demikian, ESM direkomendasikan sebagai pendekatan yang lebih efektif dalam memantau dan meramalkan jadwal proyek konstruksi secara dinamis dan realistis.
FEASIBILITY EVALUATION OF THE RELATIONSHIP BETWEEN BCWS, BCWP AND ACWP IN ROAD CONSTRUCTION PROJECT Massayu Sekar Bawana; I Nyoman Dita Pahang Putra; Elok Dewi Widowati
Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue (MORFAI) Vol. 5 No. 3 (2025): Multidiciplinary Output Research For Actual and International Issue
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/morfai.v5i3.2991

Abstract

The development of adequate infrastructure, such as roads, bridges, and other public facilities, play a vital role in driving national economic growth. Infrastructure projects require careful planning and controlled execution to ensure effective and efficient outcomes. This study focus on addressing the common issues of delays and cost overruns that frequently occur during project implementation. The objective is to analyze the alignment between planned and actual project performance. Using a quantitative methods, this research integrated the Earned Value Method (EVM) to assess project performance. The results indicate that, between weeks 26 and 39, the project generated performance that was both ahead of schedule and below budget. This is evidenced by positive values in both schedule and cost variance (SV and CV), along with the Schedule and Cost Performance Index (SPI and CPI) values exceeding 1. However in week 40, a decrease in schedule performance was observed, leading to a slight project delay. The project’s estimated overall cost is IDR 116.8 billion, representing a decrease from the initial budget allocation, with an estimated delay is only around 18 days.