Abstract This study highlights the phenomenon of juvenile delinquency in Pontianak City, as reflected by the increase in sarong war cases over the past two years. A sarong war is a dangerous activity in which children fight using sarongs filled with sharp weapons, typically taking place after evening prayers or before dawn during Ramadan. Through this research, the researchers aim to identify the factors that lead children to misuse sharp weapons in sarong war activities. The methodology used in this study is empirical research, with the collection of primary and secondary data through interviews, document reviews, and direct observations in Pontianak City. The research findings indicate that the main factors causing children to engage in sarong wars are opportunities that encourage potential delinquency, disharmony within the family, negative peer influences, an unsupportive community environment, and unstable psychological conditions of the children. This study emphasizes the importance of parental supervision, as well as the active roles of the community and educational institutions in guiding and educating children about the dangers of delinquent behavior and the legal consequences that may arise. It is hoped that effective preventive solutions can be implemented to reduce the rate of juvenile delinquency and create a safer environment that supports the development of children in Pontianak City. The study also provides concrete recommendations related to steps that can be taken by parents, community leaders, and authorities in guiding children to avoid engaging in dangerous activities such as sarong wars. Keywords: Causes of delinquency, sarong wars, children Abstrak Penelitian ini menyoroti fenomena kenakalan anak di Kota Pontianak yang terlihat dari meningkatnya kasus perang sarung dalam dua tahun terakhir. Perang sarung adalah kegiatan berbahaya di mana anak-anak bertarung menggunakan sarung yang diisi dengan senjata tajam, dan biasanya dilakukan setelah salat tarawih atau menjelang subuh selama bulan Ramadhan. Melalui penelitian ini, peneliti bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan anak-anak terlibat dalam penyalahgunaan senjata tajam dalam permainan perang sarung. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian empiris dengan pengumpulan data primer dan sekunder melalui wawancara, peninjauan dokumen, dan observasi langsung di Kota Pontianak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang menyebabkan anak terlibat dalam perang sarung adalah faktor kesempatan yang mendorong potensi kenakalan, ketidakharmonisan dalam keluarga, pergaulan yang buruk, lingkungan masyarakat yang kurang kondusif, dan kondisi psikologi anak yang labil. Penelitian ini menyoroti pentingnya pengawasan orang tua, serta peran aktif masyarakat dan lembaga pendidikan dalam membina dan mengedukasi anak-anak tentang bahaya perilaku kenakalan serta konsekuensi hukum yang dapat timbul. Diharapkan, solusi pencegahan yang efektif dapat diimplementasikan untuk mengurangi angka kenakalan anak dan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung perkembangan anak di Kota Pontianak. Penelitian ini juga memberikan saran konkret terkait langkah-langkah yang dapat diambil oleh orang tua, tokoh masyarakat, dan pihak berwenang dalam membina anak agar tidak terjerumus dalam kegiatan berbahaya seperti perang sarung. Kata Kunci: Faktor penyebab kenakalan, perang sarung, anak anak