p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Central Publisher
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

OPTIMALISASI PRODUK UNGGULAN KOPI BIJI OKRA DALAM UPAYA PENGEMBANGAN PROGRAM PEMBINAAN KEMANDIRIAN BAGI WARGA BINAAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB BANJARBARU Ahmad Habibulloh; Muhamad Arfan Al Havid
Journal Central Publisher Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v3i2.603

Abstract

Latar Belakang : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru merupakan salah satu unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang bertugas untuk melakukan pembinaan terhadap warga binaan, termasuk narapidana dan anak didik pemasyarakatan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui program pembinaan kemandirian, yang memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan agar mereka memiliki bekal untuk hidup mandiri setelah bebas. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan produk unggulan kopi biji Okra dalam rangka pengembangan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Banjarbaru. Metode : Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi langsung. Hasil dan Pembahasan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan budidaya dan pengolahan kopi biji Okra dapat memberikan keterampilan praktis bagi warga binaan, serta meningkatkan nilai jual produk. Selain itu, pemasaran produk melalui kerjasama dengan pihak luar membuka peluang bagi warga binaan untuk berwirausaha setelah kembali ke masyarakat. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri dan harapan bagi warga binaan untuk memulai kehidupan baru. Kesimpulan : Optimalisasi produk kopi biji Okra menjadi langkah strategis dalam mendukung reintegrasi sosial warga binaan.