Laporan keuangan merupakan cermin atas kondisi suatu perusahaan karena di dalam laporan terdapat berbagai macam informasi keuangan yang dibutuhkan oleh berbagai pihak yang berkepentingan.Kecurangan (fraud) merupakan tindakan disengaja yang menimbulkan kerugian bagi pihak tertentu. Fraud Pentagon merupakan perkembangan teori-teori kecurangan di mana di dalam teori diasumsikan ada lima buah elemen yang sering muncul dalam setiap kasus penyimpangan pada pelaporan keuangan yaitu kesempatan, tekanan, rasionalisasi, kompetensi, dan arogansi. Penelitian ini menggunakan tujuh variabel yang terdiri dari tiga variabel dari elemen tekanan (stabilitas keuangan, target keuangan, dan tekanan eksternal), satu variabel dari elemen peluang (pengawasan yang tidak efektif), satu variabel dari elemen raisonalisasi (pergantian auditor), satu variabel dari elemen kompetensi (pergantian direksi) dan satu variabel dari elemen arogansi (jumlah foto CEO). Jumlah sampel yang dianalisis sebanyak 42 sampel perusahaan subsektor ansuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tiga tahun dari tahun 2019-2021. Metode penentuan sampel adalah nonprobability dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa tekanan eksternal berpengaruh negatif pada kecurangan laporan keuangan. Namun stabilitas keuangan, target keuangan, pengawasan yang tidak efektif, pergantian auditor, pergantian direksi, dan jumlah foto CEO tidak berpengaruh pada manajemen laba.