Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi Model Pembelajaran Culturally Responsive Teaching pada Mata Pelajaran PJOK Kelas VII SMP Harfia, Amira Zerlin; Kusumawardana, Buyung
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol 15 No 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v15i1.2380

Abstract

Penelitian di latar belakangi oleh rendahnya minat belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Hal ini disebabkan karena aktivitas pembelajaran yang diberikan oleh guru seringkali bersifat monoton sehingga membuat peserta didik bosan dan berpengaruh pada minat belajar peserta didik. Penelitian dilakukan agar diketahui peningkatan minat belajar peserta didik terhadap mata pelajaran PJOK di SMP Negeri 15 Semarang. Aktivitas pembelajaran dilakukan dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas VII. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Cultural Responsive Thingking (CRT) materi Bola Basket yaitu menggunakan budaya daerah yang ada di kota Semarang. Budaya yang digunakan dalam pembelajaran yaitu menggunakan Bahasa Semarangan dan menyanyikan lagu daerah. Siswa reguler dan juga khususnya bagi ABK dapat berjalan dengan lancar. Dalam menerapkan metode pembelajaran ini pada mata Pelajaran PJOK, dapat mengajarkan peserta didik untuk melestarikan budaya daerah. Sehingga dengan hal tersebut guru bisa lebih kreatif dan inovatif dalam membuat metode dan pendekatan pembelajaran agar semua siswa dapat paham terhadap materi yang diajarkan. Kesimpulan dari implementasi pendekatan Cultural Responsive Thingking (CRT) bagi siswa dalam materi bola basket kelas VII SMP Negeri 15 Semarang tahun ajaran 2024/2025 adalah siswa dapat mengikuti pembelajaran PJOK materi bola basket dengan menggunakan budaya daerah yaitu bahasa daerah “Semarangan” dan menyanyikan lagu daerah bersama teman dan guru.
Implementasi Model Pembelajaran Culturally Responsive Teaching pada Mata Pelajaran PJOK Kelas VII SMP Harfia, Amira Zerlin; Kusumawardana, Buyung
JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA Vol. 15 No. 1 (2025): JURNAL PENDIDIKAN OLAHRAGA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpo.v15i1.2380

Abstract

Penelitian di latar belakangi oleh rendahnya minat belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Hal ini disebabkan karena aktivitas pembelajaran yang diberikan oleh guru seringkali bersifat monoton sehingga membuat peserta didik bosan dan berpengaruh pada minat belajar peserta didik. Penelitian dilakukan agar diketahui peningkatan minat belajar peserta didik terhadap mata pelajaran PJOK di SMP Negeri 15 Semarang. Aktivitas pembelajaran dilakukan dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas VII. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga tahapan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Cultural Responsive Thingking (CRT) materi Bola Basket yaitu menggunakan budaya daerah yang ada di kota Semarang. Budaya yang digunakan dalam pembelajaran yaitu menggunakan Bahasa Semarangan dan menyanyikan lagu daerah. Siswa reguler dan juga khususnya bagi ABK dapat berjalan dengan lancar. Dalam menerapkan metode pembelajaran ini pada mata Pelajaran PJOK, dapat mengajarkan peserta didik untuk melestarikan budaya daerah. Sehingga dengan hal tersebut guru bisa lebih kreatif dan inovatif dalam membuat metode dan pendekatan pembelajaran agar semua siswa dapat paham terhadap materi yang diajarkan. Kesimpulan dari implementasi pendekatan Cultural Responsive Thingking (CRT) bagi siswa dalam materi bola basket kelas VII SMP Negeri 15 Semarang tahun ajaran 2024/2025 adalah siswa dapat mengikuti pembelajaran PJOK materi bola basket dengan menggunakan budaya daerah yaitu bahasa daerah “Semarangan” dan menyanyikan lagu daerah bersama teman dan guru.
Analysis Of Basic Technical Abilities Of Futsal Players Aged 10-13 Years At Merpati Muda Futsal School Putra, Dinovanto Acarya; Wiyanto, Agus; Kusumawardana, Buyung
STAMINA Vol 9 No 1 (2026): Journal of Stamina
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jst.v9i1.1307

Abstract

Futsal is a sport that demands high levels of speed, coordination, agility, and mastery of basic technical skills, particularly for players in the early developmental stages. However, training programs for young futsal players are often implemented without being preceded by an objective assessment of their basic technical abilities. This condition may lead to training that is less effective and not aligned with the developmental needs of the athletes. Therefore, it is important to analyze the basic technical abilities of young futsal players as a foundation for designing appropriate and systematic training programs. This study aims to analyze the basic technical abilities of futsal players aged 10–13 years at the Merpati Muda Futsal School in Tangerang City. This research employed a quantitative descriptive research design. The subjects of the study were futsal players aged 10–13 years who were actively training at the Merpati Muda Futsal School. Data were collected through observation, documentation, and standardized basic futsal skills tests. The instrument used in this study was the Young Futsal Specific Test Battery (YFSTB), which consists of five components: dribbling, passing, ball control, zigzag dribbling, and shooting. The collected data were analyzed using descriptive statistical techniques to describe the level of players’ basic technical abilities. The results of this study are expected to provide an objective and comprehensive profile of the basic technical abilities of early-age futsal players. These findings can be used as a reference for coaches and trainers in evaluating athletes’ technical skills and in planning age-appropriate, targeted, and effective training programs. In addition, this study is expected to contribute to the development of early-age futsal coaching, particularly in optimizing the technical development of young players
The Effect Of Physical Education Learning Based On Direction Guessing Game And Compact Game On Increasing Student Active Participation Sugiarto, David; Hadi, Husnul; Kusumawardana, Buyung
STAMINA Vol 9 No 1 (2026): Journal of Stamina
Publisher : DEPARTEMEN KESEHATAN DAN REKREASI FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jst.v9i1.1320

Abstract

This study investigates the effect of physical education learning based on the Direction Guessing Game and Compact Game on improving students’ active participation in grade 7 at SMP N 29 Semarang. Active participation is considered an essential component of effective physical education learning, as it reflects students’ involvement not only physically but also cognitively and affectively during the learning process. To address this issue, a quantitative quasi-experimental design was employed, involving two experimental groups consisting of 30 students each. Each group received different game-based learning treatments, namely the Direction Guessing Game and the Compact Game, which were implemented over a four-week instructional period. Data were collected using the Physical Education Attitude Scale (PEAS), which assesses students’ active participation across affective, cognitive, and behavioral dimensions. The collected data were analyzed using descriptive statistics to determine overall trends, followed by assumption tests and comparative statistical tests to examine differences between the two learning models. The results indicate that both the Direction Guessing Game and Compact Game had a positive effect on increasing students’ active participation in physical education lessons. However, the Compact Game demonstrated higher mean scores and more consistent improvements across all participation aspects compared to the Direction Guessing Game. These findings suggest that game-based learning approaches can effectively enhance student engagement, motivation, and interaction in physical education classes. Furthermore, the Compact Game appears to provide more opportunities for continuous involvement and collaborative play, which may contribute to higher levels of active participation. In conclusion, integrating the Direction Guessing Game and Compact Game supports student-centered learning and can be applied as an innovative and practical strategy to strengthen students’ active participation in physical education learning, particularly at the junior high school level