Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Keragaman Genetika Kelapa Kopyor secara Molekuler Fatah, Irfan Abdul; Sisunandar
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 8 (2025): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v8i.1479

Abstract

Kelapa kopyor (KC) merupakan tanaman perkebunan bernilai ekonomis tinggi. Namun demikian, tingginya serangan hama dan penyakit, perubahan peruntukan lahan ataupun ancaman bencana alam dapat menyebabkan hilangnya keragaman genetika KC. Dalam penelitian ini dilaporkan hasil analisis keragaman genetika KC secara molekuler. Sampel penelitian yang digunakan terdiri atas 12 varietas atau aksesi KC dan 1 varietas KC hibrida dengan masing-masing digunakan 1 sampai 4 pohon. DNA masing-masing sampel diekstak menggunakan metode CTAB, kemudian diamplifikasi menggunakan teknik RAPD dan SSR. 30 marka molekul RAPD dan 10 marka molekul SSR digunakan pada penelitian ini. DNA hasil PCR dianalisis menggunakan Microchip Electrophoresis-202 MultiNA. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Genalex 6.51. Analisis Kluster dibuat berdasarkan pengelompokkan Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Mean (UPGMA) dan indeks kesamaan dihitung menggunakan Koefisien Jaccard. Visualisasi Dendrogram dan Principal Coordinat Analysis (PCoA) dibuat menggunakan Software Paleontological Statistic 4.03. Hasil penelitian menunjukkan bahwa marka OPA 3 (RAPD) mampu memisahkan varietas KC genjah dengan KC dalam. KC genjah memiliki hasil amplifikasi sebanyak 4 pita dengan ukuran 200 bp, 235 bp, 325 bp, dan 400 bp, sedangkan KC dalam memiliki pita berukuran 130 bp, 200 bp, 235 bp, 325 bp, dan 400 bp. Dengan marka CnCirA9 (SSR), KC genjah memiliki pita DNA sebanyak 1 pita yaitu 70 bp, sedangkan KC dalam memiliki pita DNA hasil amplifikasi dengan ukuran bervariasi antara 70 bp, 80 bp, ataupun memiliki keduanya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa secara molekuler nilai heterogenitas KC genjah lebih rendah dibandingkan dengan nilai heterogenitas KC dalam baik menggunakan pendekatan RAPD maupun SSR.
Analisi Histologi Pelepah Daun Kelapa Kopyor Hibrida (Kopyor Dalam Sinumpur (Kds) X Kopyor Genjah Kuning Sinumpur (Kgks)) Nisa Khoeri Latifah; Sisunandar
Proceedings Series on Social Sciences & Humanities Vol. 30 (2026): The 1st Proceedings of the International Conference on Transformative Education and
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pssh.v30i.2267

Abstract

Perbaikan kualitas kelapa kopyor khususnya melalui persilangan belum banyak dilakukan. Di samping memerlukan waktu yang cukup lama, metode deteksi keberhasilan persilangan juga belum banyak dikembangkan. Saat ini metode morfologi sebagai alat deteksi keberhasilan persilangan memiliki keterbatasan sedangkan metode molekuler relatif mahal dan membutuhkan teknologi tinggi. Analisis keberhasilan persilangan secara histologi perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan histologi pelepah daun kelapa kopyor hibrida (KDS × KGKS) dengan tetua jantan (KDS) dan tetua betinanya (KGKS). Pelepah daun diisolasi dari dua sampel yaitu bibit kelapa in vitro berumur 9 - 12 bulan setelah tanam dan bibit kelapa ex vitro berumur 8 – 12 bulan pasca aklimatisasi. Preparat penampang melintang pelepah daun dipotong dengan tangan kemudian diwarnai dengan 2% safranin (30 detik) dilanjutkan 1% fastgreen (50 detik). Preparat diamati menggunakan mikroskop Olympus BX51 dan gambar diambil menggunakan kamera Olympus DP74. Gambar yang diperoleh dianalisis menggunakan software ImageJ untuk menghitung jumlah, luas total, dan luas rata rata sklerenkim, serta jumlah, luas total, dan luas rata-rata ikatan pembuluh berserat (IPB). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA pada tingkat kepercayaan 95% dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan pada struktur histologi antara pelepah daun dari bibit in vitro dan bibit ex vitro. Pelepah daun bibit KDS memiliki jumlah maupun luas total sklerenkim yang lebih tinggi dibandingkan dengan pelepah daun bibit KGKS. Demikian pula bibit kelapa hibrida memiliki pelepah daun dengan jumlah dan luas total sklerenkim yang sama dengan pelepah daun bibit KDS dan lebih tinggi dibandingkan dengan pelepah daun bibit KGKS. Namun demikian, pelepah daun bibit kelapa hibrida tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam hal jumlah, luas total dan luas rata-rata IPB dibandingkan dengan bibit KGKS. Hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa analisis histologi pelepah daun dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi salah satu kunci identifikasi awal keberhasilan persilangan pada produksi bibit kelapa kopyor hibrida.