This Author published in this journals
All Journal JURNAL HERITAGE
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MAKNA PEREMPUAN PADA SAMPUL MAJALAH MALE EMPERIUM EDISI JULI 2011 S.Sos., Faris

Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.287 KB) | DOI: 10.35891/heritage.v1i2.839

Abstract

Terbentuknya perbedaan-perbedaan gender disebabkan oleh banyak hal,diantaranya dibentuk, disosialisasikan,diperkuat, bahkan dikonstruksi secara sosial maupun kultural. Perbedaan gender melahirkan ketidakadilan, baik bagi kaum laki-laki dan terutama terhadap kaum perempuan Caplan (1987) dalam Fakih (2001:72) menguraikan bahwa perbedaan perilaku antara laki-laki dan perempuan,tidaklah sekedar biologi, namun melalui proses sosial dan kultural. Ketidakadilan gendertermanifestasikan dalam pelbagai bentuk ketidakadilan, antara lain, marjinalisasi atau pemiskinan terhadap perempuan, subordinasi atau anggapan tidak penting, pembentukan pelabelan negatif (stereotipe),kekerasan (violence), beban kerja lebih panjang dan lebih banyak, dan lain-lain.Dari penjelas terebut diatas bisa dikatakan bahwa keberadaan perempuandalam media massa (media cetak) masih digambarkan secara deskriminatif dan represif. Hal ini ditunjukkan dengan peranyang dijalankan perempuan secara sosiallebih banyak dipenggambarankan sebagai istri, ibu, pemelihara rumah tangga,pengasuh, kekasih ataupun sebagai objek seksual kaum laki-laki. Sangat sedikit perempuan yang digambarkan sebagai pelaku kehidupan ekonomi.
MAKNA PEREMPUAN PADA SAMPUL MAJALAH MALE EMPERIUM EDISI JULI 2011 S.Sos., Faris
HERITAGE Vol 1 No 2 (2012): Jurnal Heritage
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35891/heritage.v1i2.839

Abstract

Terbentuknya perbedaan-perbedaan gender disebabkan oleh banyak hal,diantaranya dibentuk, disosialisasikan,diperkuat, bahkan dikonstruksi secara sosial maupun kultural. Perbedaan gender melahirkan ketidakadilan, baik bagi kaum laki-laki dan terutama terhadap kaum perempuan Caplan (1987) dalam Fakih (2001:72) menguraikan bahwa perbedaan perilaku antara laki-laki dan perempuan,tidaklah sekedar biologi, namun melalui proses sosial dan kultural. Ketidakadilan gendertermanifestasikan dalam pelbagai bentuk ketidakadilan, antara lain, marjinalisasi atau pemiskinan terhadap perempuan, subordinasi atau anggapan tidak penting, pembentukan pelabelan negatif (stereotipe),kekerasan (violence), beban kerja lebih panjang dan lebih banyak, dan lain-lain.Dari penjelas terebut diatas bisa dikatakan bahwa keberadaan perempuandalam media massa (media cetak) masih digambarkan secara deskriminatif dan represif. Hal ini ditunjukkan dengan peranyang dijalankan perempuan secara sosiallebih banyak dipenggambarankan sebagai istri, ibu, pemelihara rumah tangga,pengasuh, kekasih ataupun sebagai objek seksual kaum laki-laki. Sangat sedikit perempuan yang digambarkan sebagai pelaku kehidupan ekonomi.