p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal El-Pustaka
Reza Nawafella Alya Parangu, Achmad Kanzulfikar
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Komunikasi Komunitas Gubuk Literasi Dalam Menyalakan Budaya Literasi melalui Perpustakaan Desa Reza Nawafella Alya Parangu, Achmad Kanzulfikar
Jurnal El-Pustaka Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal El-Pustaka
Publisher : UIN Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/el-pustaka.v5i1.22432

Abstract

Kota Bandar Lampung hanya memiliki 15 Taman Baca Masyarakat, yang tersebar di 20 Kecamatan. Artinya, melihat dari jumlah Kecamatan, terdapat kekurangan jumlah Taman Baca Masyarakat (TBM), salah satunya di Kecamatan Sukabumi yang sama sekali belum memiliki Taman Baca Masyarakat (TBM). Minimnya Taman Baca Masyarakat (TBM) ini menjadi salah satu rongga kosong, untuk menutupi angka buta aksara, banyak masyarakat atau kelompok bahkan komunitas sosial bergerak untuk menutupi rongga literasi di Kota Bandar Lampung. Gubuk Literasi menjadi satu-satunya Taman Baca Masyarakat (TBM) di Kecamatan Sukabumi Kota Bandar Lampung sebagai wadah tempat belajar bagi masyarakat berdiri secara mandiri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis Bagaimana Strategi Komunikasi Komunitas “Gubuk Literasi” Dalam Mensosialisasikan Literasi Kepada Anak Di Lingkungan Sukabumi Indah Kota Bandar Lampung. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian studi kasus. Teori Menejemen Komunikasi POAC Oleh George R. Terry terdapat 4 aspek yaitu (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). Hasil penelitian gubuk literasi memberikan pengetahuan tentang literasi, meningkatkan motivasi semangat anak-anak untuk belajar, karena masa Pandemi yang membuat anak-anak tidak mendapatkan pembelajaran maksimal dari sekolah formal. Terdapat penugasan kepada setiap SDM untuk melakukan aktifitas program kegiatan pembelajaran menyesuaikan kemampuan SDM/volunteer. Pelaksanaan program kegiatan dibagi 4 minggu setiap bulan dan perancangan melalui adanya diskusi/ rapat evaluasi setiap minggu dan bulan untuk menemukan formula terbaik.