Media Sosial TikTok digunakan sebagai media dakwah yang efektif. Dakwah di media sosial TikTok merupakan dakwah yang efektif digunakan untuk kaum milenial. Durasi maksimal tiga menit, membuat masyarakat lebih menarik dan mudah menerima akan pesan dakwah. Begitu banyak para mubaligh Indonesia yang menggunakan media sosial TikTok untuk menyampaikan pesan dakwahnya, salah satunya yakni Ustadz Agam Fachrul. Cara dakwah Ustadz Agam dengan mengikuti trend yang ada di TikTok, dengan tetap memberikan pesan yang positif. Sasaran yang diambil oleh Ustadz Agam adalah pemuda milenial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan teori difusi inovasi. Fokus penelitian ini membahas tentang aktivitas da’i melalui TikTok, terkait pemikiran atau hasil karya, dan peran serta kontribuasi sosialnya dalam berbagai bidang atau aktivitas sosial ditengah masyarakat. Konten dakwah Ustadz Agam membahas tentang pemuda, baik itu percintaan, perasaan, amalan-amalan, tips dan lain-lain. Metode yang digunakan oleh Ustadz agam adalah dengan metode ceramah. Dengan sifat komunikasi searah (monolog) transparan, dan dapat juga dua arah (dialog) transparan. Maksud dari transparan adalah dilakukan tanpa tatap muka namun juga terdapat feedback. Materi yang disampaikan oleh Ustadz Agam sebagian besar diambil dari kejadian atau masalah yang up to date. Selain itu, Ustad Agam membuat kelas atau komunitas pemuda yang hijrah dengan nama #aftrerdark04.05. Dapat diambil manfaat bahwa media sosial khususnya TikTok bukan hanya memberikan situs-situs kesenangan saja namun juga dapat digunakan memberikan pesan dakwah secara cepat penyampaiannya dan sederhana namun lebih muda dipahami.