Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII-A SMPN 1 Titehena Lewolaga dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik dengan menggunakan metode bercerita. Metode bercerita dipilih karena diharapkan dapat memudahkan siswa dalam memahami materi yang diajarkan, serta dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan tindakan kelas dengan melibatkan siswa kelas VIII-A sebagai subjek penelitian. Dalam pelaksanaannya, peneliti melakukan dua siklus tindakan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui observasi, tes hasil belajar, serta wawancara dengan siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode bercerita, baik dari segi pemahaman materi, keaktifan dalam kelas, maupun nilai tes hasil belajar. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode bercerita dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Katolik di SMPN 1 Titehena LewolagaTop of Form.Upaya meningkatkan Prestasi Belajar Siswa SMPN 1 Titehena Lewolaga Kelas VII-A Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Katolik Model Pembelajaran Bercerita di SMP Negeri 1 Titehena Lewolaga . Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar Siswa SMP Negeri 1 Titehena Lewolaga kelas VIII-A dengan model pembelajaran bercerita. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII -A SMP Negeri 1 Titehena Lewolaga sebanyak 31 peserta didik. Alat pengumpul data yang digunakan berupa lembar observasi dan tes objektif pilihan ganda biasa, berdasarkan hasil observasi pada tindakan siklus I dan siklus II terdapat peningkatan prestasi siswa. Secara umum diperoleh 88,09% siswa pada siklus I dan 91,63% pada siklus II. Peningkatan prestasi belajar ini terjadi dikarenakan setiap siswa mendiskusikan pembagian anggota kelompoknya ke dalam kelompok ahli berdasarkan pengarahan guru, demikian pula pada kelompok asal diskusi siswa antusias untuk mempresentasikan hasil diskusi. selanjutnya didapatkan pada peningkatan hasil belajar yang tampak pada kreteria indeks gain tiap siswa yaitu 12 siswa sedang dan 20 siswa tinggi pada siklus I menjadi 8 siswa sedang, 23 siswa tinggi pada siklus II.