Anak dengan status gizi kurang mempunyai struktur gigi yang tidak adekuat sehingga rentan terhadap karies. Karies pada anak dibawah usia 71 bulan dikenal dengan istilah Early Childhood Caries. ECC terjadi karena seringnya konsumsi makanan dengan tingkat kariogenitas tinggi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh tingkat kariogenitas makanan terhadap tingkat keparahan ECC pada anak umur 3 - 5 tahun dengan status gizi kurang. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah anak gizi kurang usia 3-5 tahun sejumlah 42 anak. Status gizi dihitung menggunakan WHO Growth Chart berdasar jenis kelamin. Kariogenitas makanan diperoleh dari kuesioner menggunakan skor kariogenitas makanan dan dikategorikan ringan,sedang,tinggi. Tingkat keparahan karies menggunakan metode Shimono. Penentuan kategori tingkat keparahan karies menggunakan nilai rerata dan simpangan baku.Data penelitian di uji dengan Uji Chi Square. Tidak ditemukan kariogenitas makanan tinggi. Tingkat kariogenitas makanan sedang menunjukkan tingkat keparahan ECC lebih tinggi 8 (66,7%). Kariogenitas makanan rendah menunjukkan tingkat keparahan ECC juga rendah sebanyak 16(53,3%),hasil uji chi square ditemukan perbedaan bermakna antara tingkat keparahan karies berdasarkan tingkat kariogenitas p=0,013. kariogenitas makanan yang lebih tinggi, lebih meningkatkan keparahan ECC.