p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Matlamat Minda
Muftiana, Hikmah
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tradisi Perahu Baganduang Sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Provinsi Riau (Analisis Semiotika Roland Barthes) Muftiana, Hikmah
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 3 No 2 (2023): Vol 3. No. 2 Desember 2023
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jdki.v3i2.1025

Abstract

Penelitian ini berangkat dari sebuah kebudayaan khas masyarakat daerah Lubuk Jambi, Provinsi Riau. Penelitian ini menjadi menarik dikarenakan kebudayaan ini terpilih menjadi salah satu Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Provinsi Riau pada tahun 2017. Tradisi parahu baganduang ini sangat dikenal oleh masyarakat Lubuk Jambi dan tetap terjaga kelestariannya. Banyak ornament dan simbol adat yang digunakan pada tradisi parahu baganduang ini, diantaranya adalah lantai dipagar danberjanur, tanduk kerbau, labu-labu, cermin, carano, tuai padi, ani-ani, payung, kubah dan bulan bintang, kain panjang berwarna-warni, marowagh, dan padi dianggik. Kesemua ornament ini tentu sarat akan makna yang menggambarkan kehidupan masyarakat Lubuk Jambi. Penelitian ini ingin melihat dan mengetahui bagaimana pelaksanaan tradisi parahu baganduang dan apa makna dibalik tanda simbol yang ada pada parahu baganduang tersebut dengan menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ornament dan simbol yang ada pada tradisi parahu baganduang memiliki makna denotasi, konotasi dan mitos yang melekat. Ornament dan simbol yang digunakan menggambarkan budaya dan kehidupan masyarakat Lubuk Jambi yang sangat kental dengan keIslamannya.
Moderasi Beragama: Telaah Gaya Komunikasi Organisasi Persatuan Tarbiyah Islamiyah Dan Muhammadiyah Muftiana, Hikmah
Jurnal Matlamat Minda : Manajemen Dakwah Vol 4 No 2 (2024): Vol. 4 No. 2 Desember 2024
Publisher : STAIN Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56633/jdki.v4i2.1041

Abstract

Praktik moderasi beragama di Indonesia terus didorong oleh pemerintah melalui konsep Islam moderat, bertujuan menjaga kerukunan sosial di tengah masyarakat yang beragam. Muhammadiyah dan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), dua organisasi Islam besar di Indonesia, berperan penting dalam penerapan moderasi beragama di tingkat lokal, termasuk di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya komunikasi kedua organisasi ini dalam menerapkan moderasi beragama, menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dari informan yang merupakan pengurus organisasi Muhammadiyah dan Perti di wilayah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah menggunakan pendekatan wasathiyyah (jalan tengah) yang inklusif, dengan aktif berpartisipasi dalam dialog antaragama dan kegiatan sosial untuk mendorong toleransi dan rasa kebersamaan di masyarakat. Perti, di sisi lain, menekankan pendekatan internal melalui pendidikan agama yang terstruktur dan mendalam, dengan fokus pada penguatan nilai tradisional yang menjaga kesatuan internal anggotanya. Dari segi gaya komunikasi, Muhammadiyah menunjukkan adaptabilitas melalui gaya komunikasi dialogis dan dinamis, sedangkan Perti lebih mengedepankan gaya kontrol yang kuat dan struktural, sesuai dengan nilai-nilai konservatif yang dipegangnya. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan moderasi beragama yang inklusif dari Muhammadiyah dapat melengkapi pendekatan internal Perti, sehingga keduanya bersama-sama dapat mendukung terciptanya masyarakat yang lebih moderat, toleran, dan harmonis dalam menjalankan kehidupan beragama.