Dispepsia merupakan salah satu kondisi gangguan pada sistem pencernaan yang prevalensinya cukup tinggi dan sering ditemukan dalam praktik klinis dengan prevalensi yang cukup tinggi dalam masyarakat dan menjadi salah satu penyebab utama tingginya kunjungan pasien ke fasilitas pelayanan kesehatan. Oleh karena itu sangat penting untuk mengevaluasi penggunaat obat pada pasien dispepsia tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan retrospektif menggunakan rekam medik pasien dispepsia di RSUD Cengkareng Jakarta Barat selama periode Juli 2022-Juli 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir secara keseluruhan dari pasien dispepsia dilakukan terapi farmakologi kombinasi (71%) dengan kombinasi obat tersering adalah menggunakan lansoprazole dan domperidone.