Pertumbuhan industri perbankan syariah di Indonesia telah menarik perhatian baik dari para pelaku pasar maupun regulator. Seiring dengan pertumbuhan ini, perhatian terhadap faktor-faktor yang memengaruhi kesehatan dan stabilitas bank syariah menjadi semakin penting. Salah satu indikator utama yang digunakan untuk mengukur kesehatan keuangan bank adalah rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR), yang mencerminkan kemampuan bank untuk menanggung risiko-risiko yang muncul dalam operasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh likuiditas, sales growth terhadap capital adequacy ratio pada bank umum syariah yang terdaftar di bursa efek indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berbentuk dokumentasi menggunakan data sekunder,dan pengolahannya menggunakan SPSS. Adapun teknik analisis data penelitian ini adalah pengujian asumsi klasik dan uji hipotesis.Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan 1) Likuiditas secara parsial memiliki pengaruh secara signifikan terhadap Capital Adequacy Ratio. Ini dibuktikan dari uji-t yang dilakukan, dimana diperoleh nilai t hitung (5,53) > t tabel (2,03) dan nilai signifikan 0,000 < 0,05. 2) Sales Growth secara signifikan tidak memiliki pengaruh terhadap Capital Adequacy Ratio. Ini dibuktikan dari uji-t yang dilakukan, dimana diperoleh nilai t hitung (-0,60) < t tabel (2,03) dan nilai signifikan 0,549 > 0,05. 3) Secara simultan Likuiditas dan Sales Growth memiliki pengaruh signifikan terhadap Capital Adequacy Ratio yang telah dibuktikan dari hasil Uji-F dimana diperoleh nilai f hitung (15,34) > f tabel (3,27) dan nilai signifikan 0,00 < 0,05.