Marini, Roberth R
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kesetaraan dan Keadilan: Prinsip Diakonia berdasar Kajian Teologis 2 Korintus 8:1-15 Dawir, Mae H; Waani, Marciano A; Marini, Roberth R
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 7 No. 1 (2024): Kharismata: Juli 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v7i1.268

Abstract

The concept of giving in Christianity, understood as a manifestation of love, can, in practice, lead to selfish attitudes and a lack of attention to surrounding needs due to incorrect motivations and misunderstandings, which are still evident in modern Christian communities, including in Indonesia. This study employs an interpretative method on 2 Corinthians 8:1-15 to explore the historical and theological context of Paul's teachings on generosity and equality. The analysis reveals that Paul emphasizes the importance of equality and justice in giving, as well as the encouragement to give voluntarily with a sincere heart. The discussion highlights the relevance of these principles in addressing modern socio-economic challenges and how the church can become an agent of change through just diaconal practices. In conclusion, only through acts of sincere sharing can believers emulate Christ's love and realize equality in an eschatological community reflecting the Kingdom of God Konsep pemberian dalam Kekristenan, yang dipahami sebagai manifestasi dari kasih merupakan ajaran yang sentral. Namun, dalam praktiknya, motivasi dan pemahaman yang salah dapat mengakibatkan sikap egois dan kurangnya perhatian terhadap kebutuhan sekitar, yang masih terlihat di komunitas Kristen modern, termasuk di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode interpretatif terhadap 2 Korintus 8:1-15, untuk menggali konteks historis dan teologis dari ajaran Paulus tentang kedermawanan dan kesetaraan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Paulus menekankan pentingnya kesetaraan dan keadilan dalam pemberian, serta dorongan untuk memberi secara sukarela dengan hati yang tulus. Pembahasan menyoroti relevansi prinsip-prinsip ini dalam menghadapi tantangan sosial ekonomi modern, dan bagaimana gereja dapat menjadi agen perubahan melalui praktik diakonia yang adil. Kesimpulannya, hanya melalui tindakan berbagi yang tulus, orang percaya dapat meneladani kasih Kristus dan mewujudkan kesetaraan dalam komunitas eskatologis yang mencerminkan Kerajaan Allah.