Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH KETERSEDIAAN SUMBER DAYA KEFARMASIAN TERHADAP PENCAPAIAN INDIKATOR PENGELOLAAN OBAT PUSKESMAS KOTA JAMBI TAHUN 2020 H, Hisran; Salmah, Salmah
Journals of Ners Community Vol 13 No 3 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i3.1943

Abstract

Telah dilakukan penilitian dengan judul Pengaruh Ketersediaan Sumber Daya Kefarmasian terhadap Pencapaian Indikator Pengelolaan Obat Puskesmas Kota Jambi tahun 2020. Masalah penelitian adalah belum diketahui kondisi ketersediaan sumber daya kefarmasian dan bagaimana pengaruhnya dengan pencapaian indicator obat. Penilitian dilakukan di 20 puskesmas Kota Jambi yang dilaksanakan pada September sampai dengan November 2020. Analisis data berupa distribusi frekuensi, dan uji Kendalls tau b. Dari 20 puskesmas yang ada di Kota Jambi, 5 puskesmas atau (25%) tersedia apoteker dengan jumlah Apoteker 5 orang, sementara TTK berjumlah 54 orang atau rata-rata 1 puskesmas memiliki 2-3 orang TTK. Pengelolaan obat, dari 20 puskesmas, 55,6% puskesmas yang telah melaksanakan pengelolaan obat sesuai standar, 44,4% melaksanakan sebagian dan tidak melaksananakan. Farmasi klinik, Dari 20 puskesmas, baru 28,6% saja yang telah melaksanakan pemberian informasi yang lengkap dan rata-rata 45% puskesmas yang telah melaksanakan Pelayanan Informasi Obat ( PIO). Secara statistic tidak ditemukan adanya hubungan antara kersediaan sumber daya dengan encapaian indicator obat.
PENGARUH KETERSEDIAAN SUMBER DAYA KEFARMASIAN TERHADAP PENCAPAIAN INDIKATOR PENGELOLAAN OBAT PUSKESMAS KOTA JAMBI TAHUN 2020 H, Hisran; Salmah, Salmah
Journals of Ners Community Vol 13 No 3 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i3.1943

Abstract

Telah dilakukan penilitian dengan judul Pengaruh Ketersediaan Sumber Daya Kefarmasian terhadap Pencapaian Indikator Pengelolaan Obat Puskesmas Kota Jambi tahun 2020. Masalah penelitian adalah belum diketahui kondisi ketersediaan sumber daya kefarmasian dan bagaimana pengaruhnya dengan pencapaian indicator obat. Penilitian dilakukan di 20 puskesmas Kota Jambi yang dilaksanakan pada September sampai dengan November 2020. Analisis data berupa distribusi frekuensi, dan uji Kendalls tau b. Dari 20 puskesmas yang ada di Kota Jambi, 5 puskesmas atau (25%) tersedia apoteker dengan jumlah Apoteker 5 orang, sementara TTK berjumlah 54 orang atau rata-rata 1 puskesmas memiliki 2-3 orang TTK. Pengelolaan obat, dari 20 puskesmas, 55,6% puskesmas yang telah melaksanakan pengelolaan obat sesuai standar, 44,4% melaksanakan sebagian dan tidak melaksananakan. Farmasi klinik, Dari 20 puskesmas, baru 28,6% saja yang telah melaksanakan pemberian informasi yang lengkap dan rata-rata 45% puskesmas yang telah melaksanakan Pelayanan Informasi Obat ( PIO). Secara statistic tidak ditemukan adanya hubungan antara kersediaan sumber daya dengan encapaian indicator obat.
The Effect of Heating on Accorbate Acid Levels (Acidum Ascorbicum) Invitamin C Planar Joints That Spread in Jambi's Pharmacy by Iodatometry Method H, Hisran; Salmah, Salmah
Jurnal Health Sains Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v5i2.1230

Abstract

Ascorbic acid (Acidum ascorbicum) is an active component of vitamin C planar joints that spread in Jambi City. The planar jointsform is more than the tablet. Ascorbic acid can turn into an inactive form because it is easily oxidized and accelerated by heat, this research was done to know the effect of heating ascorbic acid content. This research was used three types of vitamin C samples (2 tablets and 1 solution) were obtained randomly from three different pharmacies. Samples were given a heating treatment of 300 C, 600 C, 800 C and 1000C each at 0, 60, 120 and 180 minutes with 3 repetitions and vitamin C levels were known to use the Iodatometric titration method. The highest vitamin C tablet content was found in preparations heated at 300C with the percentage of sample I = 99.8%, sample II = 96.3% and sample 3 = 90.17%. The lowest vitamin C content was carried out at 1000C with the percentage of sample I = 74.6% and sample II = 74.4% and sample 3 = 70.2%. The statistical test results show the value of sig. smaller than 0.05, it is means that there are differences the result of heating effect from three samples tested.