Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DOCKING MOLEKULLER CURCUMIN DARI RIMPANG BENGLE (Zingiber cassumunar Roxb.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Putri Wiyati, Eka; Nurkhasanah , Nurkhasanah; Dyah KumalaSari , Ika
Journals of Ners Community Vol 13 No 3 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i3.1991

Abstract

Antioksidan alami adalah antioksidan yang diperoleh dari bahan alam, dan merupakan hasil dari metabolit sekunder tumbuhan dengan menghasilkan senyawa aktif. bengle (Zingiber cassumunar Roxb.) memiliki kandungan curcumin yang menunjukkan aktivitas sebagai antioksidan. Curcumin ialah termasuk senyawa polifenol dari flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran curcumin pada rimpang bengle (Zingiber cassumunar Roxb.) sebagai antioksidan terhadap ROS1 3ZBF dengan menggunakan aplikasi autodock vina. Hasil yang diperoleh berupa binding affinity (kkal/mol) ligan terhadap protein. Sedangkan program ligplot+ untuk memvisualisasikan konformasi 3D molekul dan interaksi ligan-protein. Hasil docking molecular curcumin memiliki potensi aktivitas sebagai antioksidan karena memiliki afinitas dan membentuk ikatan hidrogen secara in-silico, hasil binding affinity dengan nilai berkisar antara 6,7–7,7, terdapat ikatan dengan LEU2028, MET2001, SER2002 dan PHE2004. sehingga dapat dilanjutkan uji aktivitas secara in vitro di Laboratorium untuk mendapatkan hasil aktivitas sebagai antioksidan.
DOCKING MOLEKULLER CURCUMIN DARI RIMPANG BENGLE (Zingiber cassumunar Roxb.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Putri Wiyati, Eka; Nurkhasanah , Nurkhasanah; Dyah KumalaSari , Ika
Journals of Ners Community Vol 13 No 3 (2022): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55129/jnerscommunity.v13i3.1991

Abstract

Antioksidan alami adalah antioksidan yang diperoleh dari bahan alam, dan merupakan hasil dari metabolit sekunder tumbuhan dengan menghasilkan senyawa aktif. bengle (Zingiber cassumunar Roxb.) memiliki kandungan curcumin yang menunjukkan aktivitas sebagai antioksidan. Curcumin ialah termasuk senyawa polifenol dari flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran curcumin pada rimpang bengle (Zingiber cassumunar Roxb.) sebagai antioksidan terhadap ROS1 3ZBF dengan menggunakan aplikasi autodock vina. Hasil yang diperoleh berupa binding affinity (kkal/mol) ligan terhadap protein. Sedangkan program ligplot+ untuk memvisualisasikan konformasi 3D molekul dan interaksi ligan-protein. Hasil docking molecular curcumin memiliki potensi aktivitas sebagai antioksidan karena memiliki afinitas dan membentuk ikatan hidrogen secara in-silico, hasil binding affinity dengan nilai berkisar antara 6,7–7,7, terdapat ikatan dengan LEU2028, MET2001, SER2002 dan PHE2004. sehingga dapat dilanjutkan uji aktivitas secara in vitro di Laboratorium untuk mendapatkan hasil aktivitas sebagai antioksidan.
Uji Kualitas dan Identifikasi Sabun Padat Komersial Berbasis Lemak Hewan Menggunakan FTIR Pradini, Ni Komang Virginia; Salamah, Nina; Guntarti , Any; Nurkhasanah , Nurkhasanah
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 1 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i1.1077

Abstract

Background: Solid soap is produced by saponification of fatty acids with strong bases, and its quality is influenced by the type of fat used. Objective: This study aims to evaluate the physical and chemical quality of solid soap made from beef tallow and lard and to identify compound profiles using Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR). Method: The methods include dry-rendering fat extraction, solid soap formulation, and soap quality tests (organoleptic properties, pH, moisture content, and foam height). FTIR analysis was conducted to compare the absorption spectra of each soap. Results: The results showed that soaps derived from both fat sources met all quality requirements specified in the Indonesian National Standard (SNI). FTIR analysis revealed generally similar spectral patterns; the lard solid soap exhibited a characteristic absorption band at approximately 3009 cm⁻¹, corresponding to =C-H stretching vibrations of unsaturated fatty acids. In contrast, this band was not detected in the solid soap made from beef tallow. In addition, the CH₂ rocking vibration around 720 cm⁻¹ was more pronounced in the beef tallow solid soap, indicating a higher proportion of long-chain saturated fatty acids. Conclusion: FTIR effectively identifies fat types and can be used in raw material authentication, especially in product halalness.