Dakriosistitis adalah peradangan kantung lakrimal yang disebabkan oleh obstruksi duktus nasolakrimal. Dakriosistitis pada orang dewasa lebih banyak menyerang wanita. Dacryocystorhinostomy (DCR) adalah manajemen definitif bedah untuk dacryocystitis. Tingkat keberhasilan dikaitkan dengan usia dan durasi obstruksi. Wanita 69 tahun datang ke RS Bali Mandara dengan keluhan keluar cairan dari mata kiri dan lubang di hidung kiri atas sejak satu minggu yang lalu. Mula-mula keluhan diikuti epifora, nyeri, bengkak, kemerahan pada kulit, dan timbul sekret mukopurulen sejak kurang lebih 1 tahun yang lalu sebelum pasien datang ke rumah sakit. Namun sekarang keluhan tersebut sudah tidak ada lagi. Pemeriksaan fisik pasien normal. Pemeriksaan oftalmologi ketajaman penglihatan 20/80 untuk mata kanan, 20/60 untuk mata kiri, tekanan intraokular normal untuk kedua mata. Pergerakan bola mata normal. Pemeriksaan segmen anterior mata kanan normal. Pemeriksaan segmen anterior mata kiri kemerahan dan nyeri pada fistula sakus lakrimal. Dari pemeriksaan dia didiagnosis sebagai darcyocystitis kronis dengan fistula sakus lakrimal. Pada pasien dilakukan dacryocystorhinostomy eksternal (EXT - DCR) dan pemasangan silicon tube menggunakan anestesi umum. Penting untuk melanjutkan perawatan pada pasien untuk mencegah komplikasi dan kegagalan terapi. Dakriosistitis adalah peradangan pada kantung lakrimal akibat sumbatan pada duktus nasolakrimalis. Pengobatan untuk dacryocystitis dapat berupa farmakologis atau non-farmakologis. Pemberian antibiotik dengan dosis yang tepat dan kompres hangat merupakan terapi konservatif pada dakriosistitis akut. Pada dacryocystitis kronis, dacryocystorhinostomy (DCR) dapat mencegah kasus kekambuhan.