Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan pengrajin anyaman bambu sebagai upaya inovasi UMKM Buket di Kabupaten Kebumen Ngazizah, Fatmaul Dyah; Widjajani, Susi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27446

Abstract

Abstrak Pemberdayaan pengrajin anyaman bambu di Kabupaten Kebumen merupakan upaya dalam mengembangkan inovasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal. Kegiatan pemberdayaan ini bertujuan agar para pengrajin anyaman bambu lebih berkembang dan dapat dijadikan sebagai inovasi untuk UMKM, khususnya pada produksi buket dengan mengangkat kearifan lokal.Dalam pemberdayaan ini melibatkan para pengrajin anyaman bambu yang berjumlah 2 pengrajin anyaman bambu untuk diajarkan dalam pembuatan buket yang dikreasikan dengan anyaman bambu. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang difokuskan pada permasalahan atas dasar fakta yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Hasil dari kegiatan ini para pengrajin bambu dapat mengembangkan ide  anyaman bambu agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi serta dapat bekerja sama dengan para pelaku UMKM buket di Kabupaten Kebumen. Program pemberdayan ini berperan penting dalam memperkenalkan produk modern yang mengangkat kearifan lokal yang berupa buket anyaman dari bambu. Kesimpulan dari kegiatan ini bahwa pentingnya integrasi antara inovasi produk dan pemberdayaan para pengrajin anyaman bambu untuk mendorong UMKM berbasis kerajinan bambu yang mengangkat kearifan lokal di kabupaten Kebumen. Kata kunci: buket; inovasi; pengrajin bambu; pemberdayaan; UMKM Abstract The empowerment of woven bamboo craftsmen in Kebumen Regency is an effort to develop innovations in Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) and improve the welfare of local communities. This empowerment activity aims to make bamboo plait craftsmen more developed and can be used as an innovation for MSMEs, especially in bouquet production by lifting local wisdom. This empowerment involves bamboo plait craftsmen totalling 2 bamboo plait craftsmen to be taught in making bouquet collaborated with bamboo plaiting. This activity is carried out using a qualitative descriptive method that is focused on problems based on facts conducted by observation and interviews. . The result of this activity is that the bamboo craftsmen can develop the idea of bamboo plaiting to have a higher selling value and can work together with bouquet SMEs in Kebumen Regency. This empowerment programme plays an important role in introducing modern products that promote local wisdom in the form of woven bamboo bouquet. The conclusion of this activity is that the importance of integration between product innovation and empowerment of bamboo plait craftsmen to encourage bamboo-based MSMEs that promote local wisdom in Kebumen district. Keywords: bouquet; innovation; bamboo craftsmen; emowement; MSMEs