Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Gizi terhadap Peningkatan Asupan Energi dan Protein pada Remaja Putri SMP Al-Ishlah Maros Icha Dian Nurcahyani; Fatmawaty Suaib; Istejo Istejo
Ghidza: Jurnal Gizi dan Kesehatan Vol 4 No 1 (2020): July
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/ghidza.v4i1.35

Abstract

Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa yang dimulai dengan kematangan seksual. Remaja termasuk golongan yang rentan terhadap masalah gizi, salah satu upaya untuk meningkatkan status gizi remaja adalah dengan cara memberikan edukasi gizi tentang gizi seimbang sehingga mereka dapat mencapai kesehatan optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Edukasi gizi terhadap asupan energi dan protein remaja Siswi SMP AL-Ishlah Maros. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimental dengan satu desain kelompok pre-test dan post test. Sampel adalah 61 siswi yang dipilih secara cluster random sampling. Penelitian ini dianalisis dengan uji Friedman untuk melihat pengaruh edukasi. Edukasi gizi diberikan dengan metode ceramah menggunakan audio visual (video) dan slide power point. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh edukasi gizi terhadap asupan energi dan protein remaja nilai Asymp.Sig = 0,000 bagi asupan energi dan protein
Pelatihan Kader Posyandu Sebagai Upaya Peningkatan Edukasi Gizi Dan Kesehatan Masyarakat Di Kelurahan Laikang Zakaria Zakaria; Sukmawati Sukmawati; Fatmawaty Suaib; Erlani Erlani
Media Implementasi Riset Kesehatan Vol 7 No 1 (2026): Media Implementasi Riset Kesehatan (Juni)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mirk.v7i1.1880

Abstract

Kelurahan Laikang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, merupakan wilayah yang menghadapi tantangan serius dalam aspek kesehatan dan gizi masyarakat. Tingginya prevalensi gizi buruk dan stunting pada balita, rendahnya pengetahuan gizi, serta sanitasi perorangan dan lingkungan yang belum memadai menjadi permasalahan utama yang perlu mendapat perhatian. Faktor sosial ekonomi dan tingkat pendidikan masyarakat yang relatif rendah turut memperburuk kondisi tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu sebagai agen edukasi gizi dan kesehatan. Pendekatan yang dilakukan meliputi pelatihan dan workshop interaktif yang berfokus pada peningkatan pengetahuan gizi, praktik higienitas, serta kemampuan kader dalam menyampaikan pesan gizi kepada masyarakat. Evaluasi kegiatan menggunakan metode pretest dan posttest menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi kader. Jumlah kader dengan kategori pengetahua dan keterampilan “sangat baik” meningkat dari 15 orang (60%) menjadi 21 orang (84%) setelah pelatihan. Hasil ini menunjukkan efektivitas program dalam memperkuat kapasitas kader Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan gizi dan kesehatan di masyarakat. Kader yang telah memiliki keterampilan baru diharapkan mampu menerapkannya secara berkelanjutan dalam kegiatan Posyandu di Kelurahan Laikang.
Hubungan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Fatmawaty Suaib; Sitti Sahariah Rowa; Wirdatul Adwiah
Media Kesehatan Politeknik Kesehatan Makassar Vol 19 No 1 (2024): Media Kesehatan
Publisher : Direktorat Politeknik Kesehatan Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/medkes.v19i1.549

Abstract

Anemia is a condition where the hemoglobin level in the blood is lower than normal due to a lack of essential nutrients, especially iron. The prevalence of anemia in Indonesia aged 5-14 years is 26.80%, aged 15-24 years is 32% and in South Sulawesi is 32%. Factors associated with anemia include low economic status, poor diet, and compliance with the consumption of blood supplement tablets. This study aims to determine the relationship between compliance with the consumption of blood supplement tablets and the incidence of anemia in young women. This type of research is descriptive correlational research using a cross sectional approach. The sample in this study was 31 female students of Muhammadiyah 9 Berua Middle School who were selected as samples. The statistical analysis used was the Che Square test. The results of the statistical test showed that the majority of young women had complied with taking additional blood tablets, namely 17 people (54.8%), the majority of young women did not experience anemia, namely 23 people (74.2%) and The relationship between compliance with consuming blood supplement tablets and the incidence of anemia shows a value of p=0.038 (p<0.05). Based on the results of statistical tests, it can be concluded that there is a significant relationship between compliance with consuming blood supplement tablets and the incidence of anemia in young women at Muhammadiyah 9 Berua Middle School
DAYA TERIMA DAN KANDUNGAN ZAT GIZI MAKRO BISKUIT SUBTITUSI BAHAN PANGAN LOKAL UNTUK PMT IBU HAMIL KEK: Acceptability and Analysis of Macronutrients Biscuits Substitution of Local Food For PMT Pregnant Women KEK Hikmawati Masud; Sitti Sahariah Rowa; Fatmawaty Suaib
Media Gizi Pangan Vol 32 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Media Gizi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/mgp.v32i2.1897

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi daya terima serta kandungan zat gizi makro biskuit berbasis pangan lokal yang diformulasikan menggunakan tepung ubi jalar ungu, tepung tempe, dan tepung kacang merah sebagai bahan substitusi. Ketiga bahan tersebut dipilih karena memiliki potensi meningkatkan nilai gizi biskuit, terutama dari aspek protein dan kandungan senyawa bioaktif. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan tiga variasi formula, yaitu F1 (60% tepung ubi jalar ungu, 10% tepung tempe, 10% tepung kacang merah, 20% tepung terigu), F2 (50%, 15%, 15%, 20%), dan F3 (40%, 20%, 20%, 20%). Uji hedonik dilakukan terhadap 25 panelis tidak terlatih untuk menilai atribut warna, aroma, tekstur, dan rasa. Formula dengan tingkat penerimaan tertinggi kemudian dianalisis kandungan gizinya menggunakan metode titrimetri untuk karbohidrat, Mikro Kjeldahl untuk protein, dan gravimetri untuk lemak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa F3 merupakan formula dengan tingkat kesukaan tertinggi. Analisis laboratorium menunjukkan bahwa per 100 gram biskuit F3 mengandung 36,12% karbohidrat, 11,44% protein, dan 28,99% lemak. Kandungan protein dan lemak telah memenuhi standar SNI 01-2973-1992, sedangkan kadar karbohidrat belum sesuai standar. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa substitusi tepung tempe dan tepung kacang merah efektif meningkatkan nilai gizi biskuit, namun proporsi tepung ubi jalar ungu yang tinggi dapat menurunkan daya terima, terutama pada aspek warna dan rasa.