Puji Astuti
Politeknik Arutala Johana Hendarto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Point of Articulation Bahasa Indonesia Pada Anak Usia Pra-Sekolah Junaeni Junaeni; Puji Astuti; Stella Rosalina Phandinata
Jurnal Terapi Wicara Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Terapi Wicara (JAWARA)
Publisher : Politeknik Arutala Johana Hendarto [d.h. Akademi Terapi Wicara]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59898/jawara.v2i2.29

Abstract

Latar belakang: Kemampuan artikulasi anak usia prasekolah merupakan indikator penting dalam kemampuan berkomunikasi. Namun penelitian mengenai norma perkembangan bunyi ujaran dalam Bahasa Indonesia masih sangat terbatas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penguasaan bunyi konsonan berdasarkan penempatan titik artikulasi (POA) pada anak usia 4-7 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif-Deskriptif dengan 237 siswa/I prasekolah. Data dikumpulkan melalui metode meniru kata berdasarkan kategori usia. Analisis statistik deskriptif dilakukan dengan menghitung persentase penguasaan setiap bunyi (Percentage of Consonant Correct/PCC). Hasil: Penguasaan konsonan Bilabial dan Velar menunjukkan perkembangan yang lebih cepat, yakni dikuasai pada usia 4 tahun. Di sisi lain, klaster menjadi kelompok bunyi yang paling sulit dimana beberapa bunyi klaster masih belum dikuasai hingga usia 6-7 tahun. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan variasi kecepatan dalam penguasaan bunyi berdasarkan titik artikulasi. Penelitian ini memberikan data awal untuk pengembangan norma artikulasi di Indonesia.
Gambaran Hasil Pemeriksaan Pasien Gangguan Menelan Fase Faringeal Usia 64 tahun Puji Astuti; Dwi Ramdhani; Fizar Alif Nada Al-Illahida
Jurnal Terapi Wicara Vol 4 No 1 (2026): Jurnal Terapi Wicara (JAWARA)
Publisher : Politeknik Arutala Johana Hendarto [d.h. Akademi Terapi Wicara]

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59898/jawara.v4i1.69

Abstract

Latar Belakang: Disfagia merupakan gangguan menelan yang sering terjadi pada pasien kanker nasofaring, terutama setelah menjalani kemoterapi dan radioterapi. Gangguan ini dapat memengaruhi kemampuan makan, status nutrisi, dan kualitas hidup penderita. Radioterapi pada area kepala dan leher dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan penurunan produksi saliva sehingga proses menelan menjadi terganggu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gangguan menelan (disfagia) pada pasien dengan kanker nasofaring pascakemoterapi dan radioterapi. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang perempuan dengan usia 64 tahun. Pasien mengalami kanker nasofaring dan menggunakan Nasogastric Tube (NGT). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fungsi menelan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien mengalami kesulitan menelan terutama pada makanan padat setelah menjalani kemoterapi dan radioterapi. Pasien membutuhkan bantuan cairan untuk menelan makanan dan mengalami penurunan berat badan secara bertahap. Pemeriksaan menelan menunjukkan waktu menelan lebih lama serta adanya pengulangan menelan dalam satu bolus makanan. Selain itu, ditemukan kualitas suara serak, namun fungsi bahasa, motorik, dengan kondisi batas normal. Kesimpulan: Gangguan menelan pada pasien diduga disebabkan oleh efek kanker nasofaring serta terapi kemoterapi dan radioterapi yang memengaruhi fungsi otot menelan dan produksi saliva. Disfagia yang dialami pasien berdampak pada kemampuan makan dan status nutrisi sehingga diperlukan penanganan dan rehabilitasi yang tepat.