This Author published in this journals
All Journal J-CEKI
Hartono Hartono
Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Habaring Hurung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : J-CEKI

Tanggung Jawab Ayah Terhadap Anak Atas Nafkah Pasca Perceraian Studi Kasus di Wilayah Kelurahan Baamang Hilir Nabiillah Husniyya; Hartono Hartono; Zulkifli Zulkifli
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i2.7836

Abstract

Hukum adat yang masih berlaku di Kalimantan Tengah, khususnya pada suku Dayak Ngaju dan berfungsi sebagai alat kontrol sosial dan kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif dan tipe penelitian kualitatif dengan pendekatan perundang-undangan. Singer dalam hukum adat Dayak Ngaju adalah aturan sanksi berupa denda. Dibuat pada tahun 1984 dalam rapat besar Tumbang Anoi, Singer bertujuan menghentikan tradisi permusuhan antar sub-suku Dayak, seperti pemotongan kepala dan perbudakan. Denda ini merupakan penebusan atas kesalahan agar terhindar dari hukuman Tuhan dan pemilik alam. Tujuan utama Singer adalah memberikan efek jera, agar pelaku menyadari kesalahannya dan tidak mengulanginya. Perbuatan yang dikenakan sanksi adat meliputi perusakan lingkungan, pelanggaran norma sosial, tindak pidana, pelanggaran hak-hak adat, dan ketidakpatuhan pada hukum adat. Denda adat bisa berupa barang, hewan, atau uang, sering disertai ritual untuk memulihkan keseimbangan komunitas. Untuk kepastian hukum, pengaturan eksekusi putusan peradilan adat Dayak harus dibuat dalam hukum tertulis yang jelas, termasuk pihak yang berwenang melaksanakannya dan sanksi bagi yang tidak membayar Singer.