Kemiskinan masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan daerah, khususnya di provinsi Jawa Tengah yang memiliki kesenjangan ekonomi antarwilayah. Faktor-faktor seperti pertumbuhan penduduk, kualitas sumber daya manusia, dan pertumbuhan ekonomi menjadi variabel kunci dalam memahami dinamika kemiskinan di wilayah ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh laju pertumbuhan penduduk, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap tingkat kemiskinan di sepuluh kabupaten termiskin di Jawa Tengah. Dengan pendekatan kuantitatif menggunakan analisis regresi data panel periode 2020–2024, data bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju pertumbuhan penduduk memiliki pengaruh negatif terhadap kemiskinan, yang bertentangan dengan banyak studi sebelumnya. Namun, dampak positif ini hanya terjadi jika disertai peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penciptaan lapangan kerja. IPM terbukti berperan signifikan dalam menurunkan tingkat kemiskinan melalui peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup. Selain itu, pertumbuhan PDRB juga memiliki hubungan negatif dengan kemiskinan, tetapi efektivitasnya sangat bergantung pada distribusi manfaat pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan inklusif yang memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, terutama kelompok miskin, melalui investasi dalam pembangunan manusia, pengembangan UMKM, serta program perlindungan sosial yang tepat sasaran.